Ternyata ini Alasan Oknum Paspampres Culik dan Bunuh Pemuda Aceh

- Editorial Team

Senin, 28 Agustus 2023 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi korban pembunuhan.Foto:Freepik.com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Keluarga
Imam Masykur, warga Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Biruen,
Aceh sempat dikirimi video penyiksaan yang dilakukan para pelaku penculikan.


Terduga dari penculikan dan penyiksaan
itu adalah tiga anggota TNI. Satu di antaranya anggota Paspampres. Mereka
sengaja mengirim video untuk meminta uang tebusan sebanyak 50 juta rupiah.


Para pelaku juga mengancam akan
menghabisi nyawa korban jika uang tebusan tidak diberikan. Adapun penganiayaan
yang berujung kematian Imam Masykur itu diketahui terjadi di Rempoa, Ciputat
Timur, Tangerang Selatan, Rabu, 12 Agustus 2023.


Beredarnya video penyiksaan saat
penculikan itu membuat posisi keluarga korban rentan diintimidasi. Maka,
dibutuhkan pendampingan.


“Karena
itu LPSK perlu memperhatikan kasus ini, serta memberikan perlindungan dan
pemulihan terhadap keluarga korban kejadian tersebut menyebabkan keluarga
mengalami teror psikis,” kata
Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna
dikutip Neumedia.id dari keterangan
tertulisnya, Senin, 28 Agustus 2023.


Komandan Polisi Militer Kodam Jaya
(Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan motif
penculikan dan pembunuhan Imam Masykur karena alasan ekonomi. “(Motifnya) uang
tebusan,” ujar Irsyad


Ia menyatakan bahwa pihaknya telah
menahan tiga tersangka termasuk Praka RM. Praka RM merupakan anggota Paspampres.
Sedangkan dua rekannya berasal dari satuan Direktorat Topografi TNI AD dan
satuan Kodam Iskandar Muda.


RM bersama dua rekannya menculik dan
menganiaya pria asal Aceh bernama Imam Masykur, seorang pria penjaga toko
kosmetik di Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Imam tewas kemudian setelah disiksa.
(**/ofi)

 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Terjerat Skema Pinjaman Tak Transparan, Sejumlah Warga Magetan Terancam Kehilangan Aset
PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka
Jelang Operasi Ketupat, Satlantas Polres Madiun Gelar RAM Check di Terminal Bus Caruban
Bobol Toko Emas Rp1 Miliar, Komplotan Spesialis Lintas Kota Diringkus Kurang dari 24 Jam
Bobol Toko, Komplotan Pencuri Beraksi di Madiun dan Magetan, Empat Pelaku Diamankan, Satu DPO 
Motor Raib di Penitipan, Pelaku Ternyata Remaja 15 Tahun
Pesta Tahun Baru Berujung Maut di Kota Madiun, Pemuda 19 Tahun Tewas Diduga Ditusuk Rekannya
Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Peringati Hardiknas, Pemkab Madiun Perkuat Komitmen Pendidikan, Bidik Wajib Belajar 13 Tahun

Rabu, 29 April 2026 - 09:24 WIB

Sigit Budiarto Resmi Dilantik Jadi Sekda Madiun, Bupati Tekankan Percepatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

Selasa, 28 April 2026 - 23:18 WIB

Guyub Rukun Kampung Pesilat, Fondasi Kuat Membangun Kabupaten Madiun

Kamis, 23 April 2026 - 12:41 WIB

Jaga Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Kekeringan, Pemkab Madiun Gencarkan Gerakan Percepatan Tanam

Rabu, 22 April 2026 - 14:21 WIB

Eks Karyawan Mengadu, Ijazah Tak Kunjung Kembali; Perusahaan Sebut Hanya “Komitmen” Kerja

Rabu, 22 April 2026 - 13:46 WIB

Dugaan Penahanan Ijazah Disorot, Pemkab Madiun Siapkan Sanksi Tegas untuk Perusahaan

Rabu, 22 April 2026 - 12:43 WIB

Ketua SBMR : Jika Terbukti Tahan Ijazah Eks Karyawan, CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jerat Pidana

Selasa, 21 April 2026 - 18:50 WIB

Perusahaan di Madiun Diduga Tahan Ijazah Puluhan Eks Karyawan 

Berita Terbaru