![]() |
| Ilustrasi korban pembunuhan.Foto:Freepik.com |
NEUMEDIA.ID – Keluarga
Imam Masykur, warga Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Biruen,
Aceh sempat dikirimi video penyiksaan yang dilakukan para pelaku penculikan.
Terduga dari penculikan dan penyiksaan
itu adalah tiga anggota TNI. Satu di antaranya anggota Paspampres. Mereka
sengaja mengirim video untuk meminta uang tebusan sebanyak 50 juta rupiah.
Para pelaku juga mengancam akan
menghabisi nyawa korban jika uang tebusan tidak diberikan. Adapun penganiayaan
yang berujung kematian Imam Masykur itu diketahui terjadi di Rempoa, Ciputat
Timur, Tangerang Selatan, Rabu, 12 Agustus 2023.
Beredarnya video penyiksaan saat
penculikan itu membuat posisi keluarga korban rentan diintimidasi. Maka,
dibutuhkan pendampingan.
“Karena
itu LPSK perlu memperhatikan kasus ini, serta memberikan perlindungan dan
pemulihan terhadap keluarga korban kejadian tersebut menyebabkan keluarga
mengalami teror psikis,” kata Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna
dikutip Neumedia.id dari keterangan
tertulisnya, Senin, 28 Agustus 2023.
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya
(Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan motif
penculikan dan pembunuhan Imam Masykur karena alasan ekonomi. “(Motifnya) uang
tebusan,” ujar Irsyad
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah
menahan tiga tersangka termasuk Praka RM. Praka RM merupakan anggota Paspampres.
Sedangkan dua rekannya berasal dari satuan Direktorat Topografi TNI AD dan
satuan Kodam Iskandar Muda.
RM bersama dua rekannya menculik dan
menganiaya pria asal Aceh bernama Imam Masykur, seorang pria penjaga toko
kosmetik di Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Imam tewas kemudian setelah disiksa.
(**/ofi)
Diolah dari berbagai sumber







