Perusahaan di Madiun Diduga Tahan Ijazah Puluhan Eks Karyawan 

- Editorial Team

Selasa, 21 April 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi CV Sukses Jaya Abadi di Wonoasri, Kabupaten Madiun yang diduga menahan ijazah mantan karyawan.

Lokasi CV Sukses Jaya Abadi di Wonoasri, Kabupaten Madiun yang diduga menahan ijazah mantan karyawan.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Dugaan penahanan ijazah kembali mencuat di Kabupaten Madiun. Sejumlah mantan karyawan CV Sukses Jaya Abadi mengaku kesulitan mengambil dokumen penting mereka meski sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi plastik dan berlokasi di Jalan Raya Basuki Rahmat, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari itu disebut menjadikan ijazah sebagai jaminan saat proses penerimaan kerja.

Ina Vernanda, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, mengaku telah berulang kali meminta ijazahnya, namun belum juga diberikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap saya tanyakan, jawabannya selalu nanti. Sudah berkali-kali seperti itu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.

Ia menyebut, saat awal masuk kerja dirinya diminta menandatangani dokumen penyerahan jaminan berupa ijazah. Ina bekerja sekitar tujuh bulan sebelum memutuskan keluar karena merasa kondisi kerja tidak kondusif.

“Saya sudah ajukan resign, tapi tidak disetujui. Akhirnya saya keluar sendiri. Sejak itu ijazah saya tidak bisa diambil,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Alviyan Rizki Rahmadoni, warga Kabupaten Ngawi. Ia mengaku ijazahnya diduga masih ditahan hampir dua tahun. Untuk mengambilnya, ia diminta membayar sejumlah uang.

“Disuruh menebus sekitar satu kali gaji, Rp2,5 juta. Karena dianggap melanggar aturan, saya kena denda, totalnya jadi sekitar Rp3 juta. Saya tidak punya uang, jadi sampai sekarang belum diambil,” ungkapnya.

Sementara itu, Mohammad Rido, warga Kecamatan Sawahan, juga mengaku mengalami hal serupa. Meski telah mengundurkan diri, ia belum mendapatkan kejelasan terkait ijazahnya.

“Saya sudah kirim surat resign. Waktu datang ke perusahaan, tidak bisa bertemu HRD, hanya dititipkan ke satpam. Sampai sekarang tidak ada respons, pesan saya juga tidak dibalas,” ujarnya.

Upaya konfirmasi ke pihak CV Sukses Jaya Abadi di kantornya belum membuahkan hasil. Hingga berita ini ditulis, perusahaan belum memberikan keterangan terkait dugaan penahanan ijazah tersebut.

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun mengakui persoalan ini bukan hal baru. Kabid Hubungan Industrial, Arifin, menyebut laporan serupa kerap muncul dalam beberapa waktu terakhir.

“Kasus terkait ijazah ini sering terjadi. Tahun 2025 ada sekitar 80 aduan, dan 25 di antaranya berhasil diselesaikan melalui mediasi,” jelasnya saat ditemui, Selasa (21/4/2026).

Arifin menegaskan, dugaan penahanan ijazah bertentangan dengan aturan yang berlaku. Pemerintah telah menerbitkan surat edaran yang melarang perusahaan menahan dokumen pribadi pekerja.

“Penahanan ijazah itu tidak dibenarkan. Kalau sejak awal dijadikan jaminan, tetap harus dikembalikan dalam waktu tertentu,” tegasnya.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya posisi tawar pekerja, sekaligus menjadi pengingat bahwa dugaan praktik penahanan dokumen pribadi masih terjadi meski telah dilarang secara tegas. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ingatkan Bahaya Penipuan dengan Iming-iming Kelulusan, Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Pegawai KAI Gratis 
DPRD Madiun Soroti Jalan Rusak, Dorong APBD 2027 Prioritaskan Infrastruktur
Damkar Kabupaten Madiun dan Yon TP 532 Unjuk Kesigapan Tangani Situasi Darurat
Stok Pupuk Bersubsidi Madiun Raya Capai 31.267 Ton, Pupuk Indonesia Dorong Pemakaian Petroganik
Pecahkan Rekor, Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton, Madiun Lampaui Target
Hari Kesakitan Pancasila, Bupati Madiun Tegaskan Madiun adalah Korban Kebiadaban PKI, Bukan Pelaku 
Satlantas Polres Madiun Sabet Juara 1 Nasional Pelaporan Data Kecelakaan Lalu Lintas
BTPN Syariah Buka Peluang Karier di Madiun, Sasar Generasi Muda Jadi Bankir Pemberdaya

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Ingatkan Bahaya Penipuan dengan Iming-iming Kelulusan, Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Pegawai KAI Gratis 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPRD Madiun Soroti Jalan Rusak, Dorong APBD 2027 Prioritaskan Infrastruktur

Jumat, 25 September 2026 - 19:25 WIB

Menhaj Buka Manasik Haji Nasional di Madiun, Jemaah Diminta Mulai Latihan Jalan Kaki

Jumat, 25 September 2026 - 18:38 WIB

Menteri Irfan Yusuf Buka Expo UMKM Haji-Umrah di Madiun, 300 Pelaku Usaha Bidik Pasar Ekonomi Jemaah

Jumat, 25 September 2026 - 14:04 WIB

Empat Raperda Digodok DPRD Kota Madiun, Santunan Kematian Diusulkan Naik

Selasa, 22 September 2026 - 21:36 WIB

BTPN Syariah Buka Rekrutmen di Madiun, Perempuan Muda Bisa Ikut Seleksi Langsung

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WIB

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru