DPRD Kota Madiun Pertegas Arah Pembangunan 2026: Dorong Akselerasi Ekonomi dan Penguatan Birokrasi

- Editorial Team

Rabu, 22 April 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Komitmen dalam mengawal pembangunan daerah kembali ditegaskan DPRD Kota Madiun melalui rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Evaluasi ini tidak sekadar menjadi catatan tahunan, melainkan pijakan strategis untuk mendorong pembangunan yang lebih adaptif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam Keputusan DPRD Kota Madiun Nomor 188-401.040/6/2026, dewan menyoroti pentingnya optimalisasi sejumlah sektor kunci, khususnya pertumbuhan ekonomi dan reformasi birokrasi. Meski secara umum capaian kinerja pemerintah kota berada pada kategori cukup baik dengan tingkat keberhasilan 60 persen, masih terdapat ruang perbaikan yang perlu segera ditindaklanjuti.

Salah satu perhatian utama DPRD adalah capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,69 persen, yang sedikit berada di bawah target 5,8 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan perlunya penguatan sektor unggulan seperti perdagangan dan jasa, serta peningkatan realisasi investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong pemerintah kota untuk memperluas stimulus bagi UMKM, mempercepat proses perizinan investasi, serta mengoptimalkan belanja daerah sebagai motor penggerak ekonomi. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif dan digital juga dipandang sebagai peluang strategis untuk memperluas basis pertumbuhan baru.

Di sisi lain, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 85,12 menjadi sinyal positif atas peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Namun, DPRD tetap memberikan perhatian terhadap Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang masih stagnan, sehingga diperlukan penguatan kebijakan yang mendorong kesetaraan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi.

Pada aspek tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi tercatat sebesar 91,45 atau sedikit di bawah target. DPRD menilai, meski selisihnya tipis, hal ini menjadi indikator bahwa peningkatan kualitas layanan publik, penguatan akuntabilitas, serta transformasi digital birokrasi masih perlu ditingkatkan.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menegaskan bahwa rekomendasi yang disampaikan merupakan bentuk pengawasan konstruktif demi mendorong kinerja pemerintah daerah yang lebih optimal. “Dalam pembahasan LKPJ, ada sejumlah catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kinerja OPD. Mulai dari sektor perdagangan, penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan, hingga rata-rata lama sekolah di sektor pendidikan,” ujar Armaya, usai rapat paripurna, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti belum tercapainya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan perangkat daerah. “Ini bukan sekadar target administratif, tetapi menyangkut integritas birokrasi. Capaian yang masih nol tentu harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, DPRD turut menyoroti pengelolaan data statistik yang dinilai belum optimal, meski capaiannya mendekati target. Armaya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas anggaran dan dampaknya terhadap kinerja. “Setiap anggaran harus memiliki output yang jelas. Jika anggaran stagnan tetapi capaian tidak maksimal, harus ada evaluasi mendalam. Begitu juga ketika anggaran meningkat, dampaknya harus terukur,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Wali Kota Madiun menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan melakukan evaluasi internal bersama tim. “Secara riil, kondisi ekonomi masih stabil. Penurunan yang terjadi hanya sekitar 0,04 persen dan lebih dipengaruhi oleh dinamika kondisi saat ini,” jelasnya.

Terkait dorongan DPRD untuk pemberian stimulus UMKM, pemerintah kota mengaku tengah menyiapkan strategi yang lebih komprehensif. “Kami tidak hanya fokus pada stimulan, tetapi juga membangun kemandirian UMKM. Ke depan, pola yang dikembangkan adalah kolaborasi, di mana pelaku usaha juga aktif berperan dalam pengembangan usahanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan dalam pengukuran kontribusi UMKM terhadap ekonomi daerah juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, pemerintah kota mulai membenahi sistem pendataan melalui kewajiban pelaporan pendapatan dalam berbagai kegiatan serta pengembangan aplikasi POS oleh Disnaker KUKM.

Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang lebih akurat dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Madiun, rekomendasi LKPJ ini diharapkan menjadi momentum percepatan pembangunan yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan daerah. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026
Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Kapolres Madiun Kota Imbau Perempuan Waspada Kenalan di Aplikasi
Kabupaten Madiun Raih WTP Ke-13, DPRD Ingatkan Rekomendasi BPK Segera Ditindaklanjuti
Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban
BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang
BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026
Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan
Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:19 WIB

Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:40 WIB

BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:30 WIB

Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:43 WIB

Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perizinan Usaha PT JPC di Kota Madiun Disebut Belum Diperbarui

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:38 WIB

Sengketa Lahan Parkir, PT JPC Digugat Rp5 Miliar 

Berita Terbaru