DPRD Kota Madiun Setujui 12 Raperda, Soroti Lingkungan, Ketenagakerjaan hingga Pariwisata

- Editorial Team

Kamis, 2 April 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum sekaligus pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Kamis (2/4/2026).

Dalam forum tersebut, seluruh fraksi—meliputi Perindo, PDI Perjuangan, Demokrat, PSI, PKS, Golkar, PKB, serta Gerindra-NasDem—menyatakan menerima dan menyetujui 12 Raperda untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Kendati disetujui, DPRD memberikan sejumlah catatan strategis. Pada Raperda Penataan Ruang, dewan menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, serta keterlibatan publik. Sementara pada sektor ketenagakerjaan, DPRD mendorong prioritas tenaga kerja lokal, perlindungan pekerja, serta afirmasi bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bidang administrasi kependudukan, pelayanan berbasis digital harus diimbangi dengan keamanan data. Sedangkan terkait pemanfaatan jalan, DPRD menyoroti optimalisasi aset daerah, termasuk potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Isu lingkungan hidup menjadi perhatian utama, dengan dorongan penguatan pengawasan, perlindungan ruang terbuka hijau, mitigasi perubahan iklim, serta insentif bagi inovasi pengelolaan limbah. Pada sektor transportasi, dewan meminta peningkatan keselamatan dan evaluasi berkala kebijakan lalu lintas.

Untuk Raperda perizinan dan sektor usaha—meliputi gudang, kesehatan, pariwisata, hingga jasa medik veteriner—DPRD menekankan penyederhanaan birokrasi berbasis sistem OSS, kepastian hukum, serta pengawasan yang konsisten. Khusus pariwisata, diarahkan menuju konsep quality tourism berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan UMKM lokal.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menjelaskan bahwa pembahasan Raperda tersebut telah berlangsung cukup panjang. “Sejak awal terdapat 17 Raperda, terdiri dari 12 usulan eksekutif dan 5 inisiatif legislatif. Prosesnya dimulai sejak 2023 hingga 2025, dan baru bisa diselesaikan pada 2026 setelah hasil fasilitasi dari Gubernur turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, lamanya proses membuat seluruh Raperda akhirnya disatukan dalam satu tahap penyelesaian. Menurutnya, hal ini menunjukkan produktivitas DPRD dan eksekutif dalam menjalankan fungsi legislasi. “Seluruh pihak sudah mencapai kesepahaman tahun ini,” katanya.

Armaya menegaskan, tahap selanjutnya adalah pengajuan ke Gubernur untuk persetujuan. Setelah itu, pemerintah daerah diminta segera menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai petunjuk teknis. “Perwal ini penting agar Perda bisa segera diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pengawasan awal tetap dilakukan di tingkat daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyebut proses pembahasan yang panjang juga dipengaruhi tahapan fasilitasi di tingkat provinsi. “Banyaknya usulan Perda dari kabupaten/kota membuat proses review membutuhkan waktu. Namun setelah harmonisasi, seluruh Raperda akhirnya bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah ditetapkan, Raperda akan dikirim ke Gubernur untuk mendapatkan nomor register, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Dalam Negeri.

Bagus juga menyoroti salah satu Raperda terkait literasi yang dinilai krusial di era digital. “Literasi, khususnya digital, sangat penting. Kita harus memastikan masyarakat, terutama anak muda, mampu memilah informasi dengan baik,” katanya.

Menurutnya, diperlukan strategi agar program literasi dapat menjangkau generasi muda secara efektif, sekaligus memberikan perlindungan dari dampak negatif arus informasi digital yang semakin kompleks.

Selain itu, DPRD juga menegaskan perlunya aturan turunan berupa Peraturan Wali Kota maksimal tiga bulan setelah Perda ditetapkan, harmonisasi regulasi, serta sosialisasi kepada masyarakat agar implementasi berjalan efektif.

Rapat paripurna ditutup dengan persetujuan bersama seluruh fraksi, menandai langkah lanjutan penetapan 12 Raperda menjadi Perda Kota Madiun. (ant/red/adv)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menhaj Buka Manasik Haji Nasional di Madiun, Jemaah Diminta Mulai Latihan Jalan Kaki
Menteri Irfan Yusuf Buka Expo UMKM Haji-Umrah di Madiun, 300 Pelaku Usaha Bidik Pasar Ekonomi Jemaah
Empat Raperda Digodok DPRD Kota Madiun, Santunan Kematian Diusulkan Naik
BTPN Syariah Buka Rekrutmen di Madiun, Perempuan Muda Bisa Ikut Seleksi Langsung
Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama
Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:28 WIB

Satlantas Polres Madiun Sabet Juara 1 Nasional Pelaporan Data Kecelakaan Lalu Lintas

Jumat, 25 September 2026 - 12:52 WIB

BTPN Syariah Buka Peluang Karier di Madiun, Sasar Generasi Muda Jadi Bankir Pemberdaya

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:30 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Berita Terbaru