MADIUN, NEUMEDIA.ID – Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, berubah menjadi lautan manusia saat gelaran Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 resmi dibuka, Senin (23/6/2026) malam. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi sejak sore hingga malam hari, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tersebut.
Ramainya pengunjung bahkan membuat Bupati Madiun Hari Wuryanto terkesan. Hingga acara hiburan berakhir, masyarakat masih bertahan menikmati rangkaian kegiatan yang disuguhkan panitia.
“Alhamdulillah luar biasa. Panjenengan pirsani piyambak, sampai jam sekarang masyarakat masih bertahan. Ini menunjukkan semangat kebersamaan warga Kabupaten Madiun sangat luar biasa,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur.

Menurutnya, Sepasma bukan sekadar ajang hiburan rakyat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mas Hari Wur berharap keberadaan Sepasma mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Madiun bagian selatan.
“Harapannya tentu kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” tuturnya.
Pembukaan Sepasma ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi. Momen tersebut turut disaksikan jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adi Saputra, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet Rijadi, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, serta ribuan warga yang hadir.
Bagi Mas Hari Wur, semangat gotong royong dan pelestarian budaya menjadi ruh utama penyelenggaraan Sepasma. Beragam tradisi dan kesenian lokal ditampilkan sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
“Budaya yang diwariskan para leluhur harus terus dirawat. Semangat gotong royong juga harus terus kita jaga bersama,” katanya.

Selama sepekan ke depan, masyarakat akan disuguhi berbagai agenda mulai kegiatan religi, festival budaya, hingga hiburan rakyat. Sejumlah penampil ternama dijadwalkan meramaikan panggung Sepasma, termasuk Festival Gembrung, Silvi Kumalasari, hingga Gilga Sahid.
Camat Geger Dodi Setiawan menjelaskan, pelaksanaan Sepasma wilayah selatan berlangsung pada 22–28 Juni 2026. Selain menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi etalase bagi produk-produk unggulan UMKM lokal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk hadir, menikmati rangkaian acara sekaligus mendukung pelaku UMKM dengan membeli produk yang dipasarkan di area Sepasma,” ujarnya.
Tak hanya membuka acara, Mas Hari Wur dan Wakil Bupati Purnomo Hadi juga ikut menghibur masyarakat. Keduanya tampil di atas panggung membawakan sejumlah lagu populer bersama bintang tamu Rindi Safira yang diiringi Orkes Melaju (OM) Savana. Suasana pun semakin meriah ketika ribuan penonton ikut bernyanyi bersama.
Sebelum acara dimulai, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan jajaran OPD berkeliling mengunjungi stan-stan UMKM. Mereka membeli berbagai produk dagangan warga sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada anak yatim, lansia, dan penyandang disabilitas.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyerahkan bantuan bibit tanaman serta uang pembinaan senilai Rp1 juta kepada enam Sekolah Luar Biasa (SLB). Beragam hadiah menarik turut dibagikan kepada masyarakat, termasuk satu unit sepeda listrik sebagai grand prize dan sepeda gunung bagi warga yang berulang tahun tepat pada 18 Juli, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Madiun.
Sepasma 2026 sendiri akan digelar di tiga wilayah. Setelah membuka rangkaian kegiatan di kawasan selatan melalui Taman Rekso Wilis Sareng, agenda berikutnya akan berlangsung di Lapangan Desa Tiron pada 1–7 Juli untuk wilayah tengah, sebelum ditutup di Alun-Alun Reksogati Caruban pada 10–19 Juli untuk wilayah utara. (ant/red/adv)






