Dari Penggemukan Sapi hingga Layanan Publik, BUMDes Sumber Mulya Sumberbendo jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa 

- Editorial Team

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Mulya Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, terus menunjukkan eksistensinya sebagai penggerak ekonomi desa melalui berbagai unit usaha yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada 2017, BUMDes Sumber Mulya mengembangkan sejumlah bidang usaha, mulai dari layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara daring, pembayaran listrik, toko pertanian, biro jasa, hingga program ketahanan pangan melalui usaha penggemukan sapi.

Ketua BUMDes Sumber Mulya, Sarbini, mengatakan seluruh unit usaha tersebut masih berjalan dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak 2017 kami berupaya menghadirkan usaha yang benar-benar dibutuhkan warga. Alhamdulillah sampai sekarang seluruh unit usaha masih berjalan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/7/2026).

Salah satu program unggulan yang mulai dikembangkan tahun ini adalah usaha penggemukan sapi dengan pola kemitraan bersama masyarakat.

Dalam program tersebut, BUMDes membeli sapi bakalan yang masih kurus dengan harga sekitar Rp21 juta hingga Rp22 juta per ekor. Selanjutnya sapi dipelihara oleh peternak di kandang milik masing-masing selama sekitar empat hingga enam bulan hingga mencapai bobot ideal untuk dijual.

“Konsepnya kerja sama dengan warga. Kandang tetap milik peternak, bukan kandang bersama. BUMDes menyediakan sapi bakalan, sedangkan biaya pakan dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab pengelola,” jelas Sarbini.

Saat ini terdapat lima ekor sapi yang sedang memasuki masa akhir penggemukan dan siap dipasarkan.

Menurutnya, keuntungan kotor dari setiap ekor sapi diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta. Hasil penjualan kemudian dibagi dengan komposisi 65 persen untuk peternak sebagai pengelola dan 35 persen untuk BUMDes.

Meski demikian, usaha tersebut masih menghadapi tantangan akibat musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan hijauan pakan ternak berkurang.

“Saat kemarau rumput sulit didapat. Jerami juga banyak digunakan warga untuk ternaknya sendiri sehingga pakan menjadi tantangan utama,” ungkapnya.

Untuk menjaga kesehatan ternak, BUMDes bekerja sama dengan mantri hewan setempat. Pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi dilakukan secara berkala setiap dua bulan sekali guna memastikan sapi tetap dalam kondisi sehat hingga siap dijual.

Selain mengembangkan sektor peternakan, BUMDes Sumber Mulya juga menghadirkan layanan pembayaran PKB dan tagihan listrik secara daring yang dinilai sangat membantu masyarakat.

Sarbini menuturkan, sebelum layanan tersebut tersedia, warga harus datang ke Caruban untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan. Kini seluruh proses dapat dilakukan lebih mudah di Desa Sumberbendo.

“Bukan hanya warga Sumberbendo, masyarakat dari Kabupaten Bojonegoro maupun Nganjuk juga banyak yang memanfaatkan layanan kami karena letak desa ini berbatasan langsung dengan kedua daerah tersebut,” katanya.

Melalui berbagai unit usaha tersebut, BUMDes Sumber Mulya diharapkan terus menjadi motor penggerak perekonomian desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Madiun. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi
Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026
Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 
Pemkab Madiun Ajukan Perubahan Anggaran untuk Kebut Perbaikan Jalan
Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 
Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana
Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026
Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB