DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Dukungan terhadap pesantren dan perlindungan penyandang disabilitas di Kabupaten Madiun diarahkan memiliki payung hukum yang lebih jelas. DPRD Kabupaten Madiun mengusulkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dalam rapat paripurna, Rabu (16/9/2026).

Tiga raperda tersebut mencakup perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, fasilitasi pesantren, serta pencabutan Perda Nomor 11 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan (HO).

Usulan itu merupakan tindak lanjut perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Madiun Tahun 2026 yang sebelumnya telah disepakati antara DPRD dan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Madiun, Yuyun Andri Purwitosari, mengatakan raperda tentang penyandang disabilitas disusun untuk memperkuat pemenuhan hak warga disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan.

“Tujuan dan urgensinya adalah memperkuat perlindungan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Madiun agar tidak lagi dipandang sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai warga negara yang memiliki hak dan kesempatan setara,” ungkap Yuyun dalam rapat paripurna.

Raperda tersebut nantinya mencakup sejumlah aspek, mulai pendidikan, ketenagakerjaan, pelayanan publik, aksesibilitas, hingga perlindungan perempuan dan anak penyandang disabilitas.

Dengan regulasi tersebut, pemenuhan hak penyandang disabilitas diharapkan tidak berjalan parsial, tetapi menjadi bagian dari penyelenggaraan pembangunan daerah yang inklusif.

Raperda kedua menyasar pesantren. DPRD mengusulkan Raperda tentang Fasilitasi Pesantren dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Regulasi ini diarahkan untuk memberikan kepastian hukum mengenai bentuk fasilitasi pemerintah daerah kepada pesantren. Di sisi lain, keberadaan perda tetap harus menghormati kemandirian, kekhasan, dan tradisi pesantren.

Yuyun menjelaskan, salah satu substansi penting dalam raperda tersebut adalah landasan hukum bagi dukungan pembiayaan yang bersumber dari APBD.

“Raperda ini memberikan landasan hukum bagi dukungan pembiayaan bersumber dari APBD yang transparan, proporsional, dan akuntabel. Serta memperkuat tiga fungsi utama pesantren, yaitu pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mengatakan usulan tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus masukan dari para pengasuh pesantren.

Menurutnya, Kabupaten Madiun memiliki banyak pondok pesantren. Karena itu, diperlukan regulasi yang menjadi dasar dalam pemberian fasilitasi maupun penganggaran pemerintah daerah.

“Di Kabupaten Madiun banyak ponpes. Terkait bantuan dan penganggaran perlu ada payung hukum untuk pemberian bantuan tersebut,” kata Fery.

Ia menambahkan, ruang lingkup fasilitasi pesantren masih akan dibahas lebih mendalam melalui panitia khusus (pansus). Masukan dari para pengasuh pesantren juga akan menjadi bahan dalam pembahasan.

“Ada masukan supaya ada perda sebagai payung hukum. Seperti di daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, raperda ketiga justru mengusulkan pencabutan regulasi lama, yakni Perda Kabupaten Madiun Nomor 11 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO).

DPRD menilai aturan tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan sistem perizinan saat ini. Pencabutannya diharapkan dapat menghindari tumpang tindih regulasi sekaligus menyederhanakan pelayanan perizinan agar lebih efektif dan efisien.

Meski perda HO dicabut, fungsi pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan usaha tetap berjalan melalui berbagai instrumen hukum yang masih berlaku.

Di antaranya ketentuan tata ruang, persetujuan lingkungan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Yuyun mengatakan, ketiga raperda tersebut selanjutnya akan dikaji bersama Pemerintah Kabupaten Madiun. Tanggapan dari pihak eksekutif akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum pembahasan lebih lanjut.

“Ketiga raperda ini diharapkan dapat dikaji bersama dengan Pemkab Madiun untuk memperoleh tanggapan sebagai bahan penyempurnaan yang akan dibahas lebih lanjut melalui panitia khusus (pansus),” pungkasnya.

Selain mendengarkan nota penjelasan tiga raperda inisiatif DPRD, rapat paripurna juga mendengarkan nota penjelasan Bupati Madiun terhadap lima raperda yang diajukan eksekutif.

Kelima raperda tersebut masing-masing mengatur tentang desa, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), penyertaan modal kepada Perseroda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun, pembentukan dan susunan perangkat daerah, serta pembentukan dana cadangan untuk pelaksanaan Pilbup 2029. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mutasi Besar-besaran di Pemkab Madiun, Ratusan Pejabat Digeser 
Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi, DPRD Kota Madiun Kawal RAPBD 2027
Resmi Jadi Perseroda, Bank Madiun Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Transformasi Digital 
Gus Halim Lantik Pengurus PKB Madiun, Purnomo Hadi Ingatkan Kader Jangan Hanya Berburu Suara
200 Juta Bibit Tanaman Disiapkan untuk Rehabilitasi Hutan Jawa
Dugaan Penyalahgunaan Beras SPHP Terungkap, BULOG Perketat Pengawasan Distribusi 
Ramp Check di Terminal Purboyo, Polisi Temukan APAR Bus Perlu Diperbarui
Walikota Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027, DPRD Kota Madiun Siap Kawal Anggaran Demi Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:30 WIB

Mutasi Besar-besaran di Pemkab Madiun, Ratusan Pejabat Digeser 

Senin, 2 November 2026 - 10:48 WIB

Resmi Jadi Perseroda, Bank Madiun Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Transformasi Digital 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Gus Halim Lantik Pengurus PKB Madiun, Purnomo Hadi Ingatkan Kader Jangan Hanya Berburu Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

200 Juta Bibit Tanaman Disiapkan untuk Rehabilitasi Hutan Jawa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ramp Check di Terminal Purboyo, Polisi Temukan APAR Bus Perlu Diperbarui

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Temuan Rokok Ilegal Bakal Dilaporkan Real-Time, Operasional SIROLEG Disiapkan pada 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Polres Madiun Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Pemicu Kecelakaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Reses Yuyun Andri Purwitosari, Warga Usul PJU, Bantuan Peternakan hingga Atasi Hama Tikus

Berita Terbaru