MADIUN, NEUMEDIA.ID – Warga Desa Bener, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh mendatangi kantor pemerintahan untuk mengakses berbagai layanan publik. Selama dua hari, 15–16 September 2026, sebanyak 33 jenis pelayanan Pemkab Madiun diboyong langsung ke desa melalui program Bahana Bersahaja.
Namun, kegiatan tersebut tak sekadar menghadirkan pelayanan administratif dan sosial. Sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi warga juga menjadi sasaran pembenahan, mulai dari jalan yang terputus, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga akses listrik.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diarahkan untuk melihat sekaligus menyelesaikan persoalan secara langsung. Menurutnya, masalah di desa tidak cukup hanya ditangani dari balik meja pemerintahan.
“Harapan kami masalah yang ada di desa ini bisa selesai. Termasuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), di mana alhamdulillah kita bisa membangun lima unit rumah. Begitu pula perbaikan jalan, listrik gratis, hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Bupati Hari Wuryanto saat meninjau kegiatan di Desa Bener, Rabu (16/9/2026).

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pembukaan dan perbaikan akses Jalan Dusun Kedungdang RT 10–14. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tersebut sebelumnya sempat terputus sehingga mengganggu akses masyarakat.
Pemkab Madiun bersama warga kemudian melakukan kerja bakti untuk membuka dan memperbaiki jalur tersebut. Di lokasi lain, pembangunan RTLH juga dilakukan bagi warga penerima bantuan, di antaranya Sandi Viantoro di RT 24 dan Andik Purnomo di RT 23.
Selain persoalan akses lingkungan, pembangunan infrastruktur juga menyasar jalur Bajulan–Duren. Tahap awal pembangunan jalan tersebut sepanjang 800 meter dikerjakan tahun ini menggunakan konstruksi rigid beton.
Pembangunan jalur Bajulan–Duren ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun. Pemkab Madiun menyebut konstruksi rigid beton yang digunakan dirancang memiliki daya tahan tinggi.
Di luar pembangunan fisik, Bahana Bersahaja juga menghadirkan berbagai pelayanan yang langsung bisa dimanfaatkan masyarakat.
Di antaranya pasar murah, bazar UMKM, integrasi Creative Hub dan Inkubator Bisnis, pelayanan umum, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemasangan listrik gratis melalui kerja sama dengan PLN Caruban.
Ada pula sosialisasi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut juga diisi dengan kunjungan kepada lansia, apel pagi dan kerja bakti, pembukaan Diklat Linmas, serta kegiatan olahraga di Lapangan Voli Desa Bener.
Di tengah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Madiun juga menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran lahan dan perkebunan tebu.
Hari Wuryanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api tanpa pengawasan.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan jika membakar sampah harus ditunggui sampai padam sempurna, jangan ditinggalkan,” tegas Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.
Menurut Hariwur, keberhasilan pembangunan di tingkat desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Partisipasi dan gotong royong masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Semangat kebersamaan warga Desa Bener, kata dia, menjadi modal penting agar berbagai program pembangunan dan pelayanan pemerintah dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. (ant/red/adv)






