Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Warga Desa Bener, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh mendatangi kantor pemerintahan untuk mengakses berbagai layanan publik. Selama dua hari, 15–16 September 2026, sebanyak 33 jenis pelayanan Pemkab Madiun diboyong langsung ke desa melalui program Bahana Bersahaja.

Namun, kegiatan tersebut tak sekadar menghadirkan pelayanan administratif dan sosial. Sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi warga juga menjadi sasaran pembenahan, mulai dari jalan yang terputus, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga akses listrik.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diarahkan untuk melihat sekaligus menyelesaikan persoalan secara langsung. Menurutnya, masalah di desa tidak cukup hanya ditangani dari balik meja pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami masalah yang ada di desa ini bisa selesai. Termasuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), di mana alhamdulillah kita bisa membangun lima unit rumah. Begitu pula perbaikan jalan, listrik gratis, hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Bupati Hari Wuryanto saat meninjau kegiatan di Desa Bener, Rabu (16/9/2026).

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pembukaan dan perbaikan akses Jalan Dusun Kedungdang RT 10–14. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tersebut sebelumnya sempat terputus sehingga mengganggu akses masyarakat.

Pemkab Madiun bersama warga kemudian melakukan kerja bakti untuk membuka dan memperbaiki jalur tersebut. Di lokasi lain, pembangunan RTLH juga dilakukan bagi warga penerima bantuan, di antaranya Sandi Viantoro di RT 24 dan Andik Purnomo di RT 23.

Selain persoalan akses lingkungan, pembangunan infrastruktur juga menyasar jalur Bajulan–Duren. Tahap awal pembangunan jalan tersebut sepanjang 800 meter dikerjakan tahun ini menggunakan konstruksi rigid beton.

Pembangunan jalur Bajulan–Duren ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun. Pemkab Madiun menyebut konstruksi rigid beton yang digunakan dirancang memiliki daya tahan tinggi.

Di luar pembangunan fisik, Bahana Bersahaja juga menghadirkan berbagai pelayanan yang langsung bisa dimanfaatkan masyarakat.

Di antaranya pasar murah, bazar UMKM, integrasi Creative Hub dan Inkubator Bisnis, pelayanan umum, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemasangan listrik gratis melalui kerja sama dengan PLN Caruban.

Ada pula sosialisasi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut juga diisi dengan kunjungan kepada lansia, apel pagi dan kerja bakti, pembukaan Diklat Linmas, serta kegiatan olahraga di Lapangan Voli Desa Bener.

Di tengah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Madiun juga menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran lahan dan perkebunan tebu.

Hari Wuryanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api tanpa pengawasan.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan jika membakar sampah harus ditunggui sampai padam sempurna, jangan ditinggalkan,” tegas Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.

Menurut Hariwur, keberhasilan pembangunan di tingkat desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Partisipasi dan gotong royong masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Semangat kebersamaan warga Desa Bener, kata dia, menjadi modal penting agar berbagai program pembangunan dan pelayanan pemerintah dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir
Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia
3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional
DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga
Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi
Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026
Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru