MADIUN, NEUMEDIA.ID – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memasang target politik jangka panjang. Tak hanya menatap Pemilu 2029, partai berlambang pohon beringin itu juga mulai menyiapkan skenario untuk mengantarkan Bupati Madiun Hari Wuryanto kembali memimpin untuk periode kedua pada Pilkada 2030.
Dua target tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun yang dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Kecamatan (PK) periode 2026–2031 di Graha Beringin DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Minggu (9/8/2026).
Rakerda yang dihadiri lebih dari 400 peserta itu menjadi momentum Golkar merapatkan barisan sekaligus menghidupkan mesin politik hingga tingkat bawah.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, mengatakan konsolidasi organisasi menjadi fondasi untuk menghadapi pertarungan politik pada Pemilu 2029.
“Rakerda ini menjadi sarana kami di Partai Golkar Kabupaten Madiun untuk menyatukan langkah. Kita akan menyalakan organisasi dan menggerakkan mesin-mesin partai,” tegas Mashudi.

Golkar kini telah menyelesaikan struktur kepengurusan di 15 kecamatan. Dari 15 PK yang dilantik, 10 posisi diisi pengurus lama dan lima lainnya diisi kader baru sebagai bagian dari regenerasi.
Di tingkat desa, dari 200 Pimpinan Desa (PD), sebanyak 151 posisi diisi kader petahana, sedangkan 55 posisi merupakan hasil regenerasi.
Penguatan mesin politik juga dilakukan melalui organisasi sayap. Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) tingkat kabupaten masing-masing telah memiliki sekitar 60 anggota. Struktur keduanya ditargetkan rampung hingga tingkat kecamatan sebelum Desember 2026.
Namun, konsolidasi tersebut bukan semata soal pembenahan organisasi. Golkar Kabupaten Madiun mulai membidik target politik yang lebih besar: meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 sekaligus membuka jalan bagi kadernya untuk menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun.
Target perolehan kursi secara spesifik memang belum dibuka ke publik. Golkar memilih merahasiakannya agar strategi politik tidak mudah dibaca kompetitor.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Ali Mufti, menyebut target pasangan eksekutif dan legislatif merupakan bagian dari rencana besar organisasi yang tengah dirancang.
“Rapat kerja itu untuk merapatkan barisan, menyatukan visi, menyelaraskan misi, menyamakan strategi, dan menyatukan langkah dalam rangka menatap masa depan,” ujar Ali.
Di sisi lain, Golkar juga mulai memberikan sinyal kuat untuk kembali mendukung Hari Wuryanto pada Pilkada Kabupaten Madiun 2030.
Ali bahkan menegaskan dukungan partai terhadap Hari Wuryanto.
“Kalau mendukung (Hari Wuryanto) itu pasti. Wong senior enggak didukung kan dosa kita,” katanya.
Dukungan tersebut menjadi modal politik bagi Hari Wuryanto untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga periode kedua.
Hari Wuryanto sendiri tidak menampik ketika ditanya mengenai peluang kembali maju pada Pilkada 2030. Sebagai kader partai, ia menegaskan siap menjalankan keputusan organisasi.
“Nah, itu tadi kan target kita, rencana kita. Ya, mudah-mudahan bisa,” ujar Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun itu.
Bahkan, ketika ditanya mengenai kesiapan jika kembali mendapat mandat partai untuk maju sebagai calon bupati, Hariwur memberikan jawaban tegas.
“Orang partai, diperintah partai ya siap!” pungkasnya. (ant/red)






