Pekerja Informal Jadi Fokus Utama, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Perlindungan Jamsostek di Madiun Raya

- Editorial Team

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MADIUN, NEUMEDIA.ID — Di tengah capaian kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terus meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Madiun kini mengalihkan perhatian pada satu pekerjaan rumah besar: memperluas perlindungan bagi pekerja informal yang masih belum tersentuh program Jamsostek.

Hingga Mei 2026, Kota Madiun tercatat menjadi daerah dengan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tertinggi di wilayah Madiun Raya. Persentase perlindungan pekerja mencapai 48,98 persen, melampaui capaian daerah lain di sekitarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum, mengatakan capaian tersebut sejalan dengan target pembangunan daerah yang telah ditetapkan pada tahun ini. Namun, angka tersebut belum membuat pihaknya berpuas diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara target RPJMD tahun 2026, Kota Madiun memang menjadi yang tertinggi dengan capaian sekitar 48 persen. Sementara daerah yang masih perlu dikejar salah satunya Magetan yang berada di kisaran 20 persen,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Sevy, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada sektor formal yang relatif lebih mudah diawasi, melainkan pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal. Kelompok ini mencakup petani, pedagang kecil, buruh harian, hingga pekerja mandiri yang jumlahnya cukup besar namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Yang paling banyak belum ter-cover adalah pekerja informal, terutama pekerja rentan yang bergerak di sektor pertanian,” katanya.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah terus menyusun berbagai strategi untuk memperluas cakupan perlindungan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan program bagi pekerja rentan, pekerja jasa konstruksi, hingga pekerja migran Indonesia.

Di Kota Madiun sendiri, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan telah dirasakan ribuan peserta. Tercatat sebanyak 47.129 pekerja aktif menjadi peserta, dengan total pembayaran klaim mencapai Rp27,5 miliar untuk 1.699 kasus.

Selain perlindungan risiko kerja, program ini juga memberikan manfaat pendidikan bagi keluarga peserta. Sepanjang tahun ini, sebanyak 88 anak penerima manfaat telah memperoleh beasiswa pendidikan dengan total nilai mencapai Rp483 juta.

Untuk mempercepat perluasan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga sosial, hingga para donatur juga diharapkan mampu memperluas perlindungan bagi pekerja rentan.

Sevy optimistis sinergi berbagai pihak dapat menjadi kunci untuk meningkatkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di Madiun Raya. Dengan semakin banyak pekerja yang terlindungi, risiko sosial dan ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun kematian dapat diminimalkan.

“Harapannya, semakin banyak pekerja rentan yang terlindungi sehingga manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan benar-benar dirasakan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Paripurna Hari Jadi ke 108 Kota Madiun, DPRD Dorong Program yang Berdampak Langsung bagi Rakyat 
Syukuri 12 Tahun Perjalanan, Aston Madiun Berbagi Sembako dan Santuni Panti Asuhan Lewat CSR “Gempita Rahayu”
Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026
Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Kapolres Madiun Kota Imbau Perempuan Waspada Kenalan di Aplikasi
Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban
BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang
BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026
Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:07 WIB

Khitan Massal Gratis Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:49 WIB

Warga Merasa Terbantu, Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di RSUD Dolopo Disambut Antusias

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:21 WIB

Sepasma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:30 WIB

PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:08 WIB

Tak Terkalahkan di Fase Grup, Sparta Pena FC Melenggang ke Perempat Final Kapolres Madiun Cup 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:19 WIB

Bahana Bersahaja di Bangunsari, Pemkab Madiun Bedah Tiga Rumah Tidak Layak Huni

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:48 WIB

Hadapi Bank Jatim, Sparta Pena Siapkan Strategi Khusus, Manajer : Pokoknya Ada 

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:39 WIB

Pesta Gol di Laga Perdana, Sparta Pena Bidik Korban Berikutnya: Bank Jatim!

Berita Terbaru