DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

- Editorial Team

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kota Madiun kompak menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari Pemkot.

DPRD Kota Madiun kompak menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari Pemkot.

KOTA MADIUN, NEUMEDIA.ID – DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Jumat (10/7/2026).

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD kompak menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari Pemerintah Kota Madiun. Mulai dari melonjaknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), turunnya opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP), hingga rendahnya serapan sejumlah pos belanja.

Fraksi Gerindra-NasDem menyoroti tingginya SiLPA, capaian PAD yang belum optimal, pengelolaan aset daerah, piutang BLUD, hingga pentingnya tindak lanjut rekomendasi BPK. Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan transparansi perhitungan pajak dan retribusi, besarnya sisa belanja pegawai, belanja modal, serta penyelesaian piutang BPJS dan piutang macet. Sementara itu, Fraksi PSI meminta penjelasan mengenai rincian SiLPA dan penyebab turunnya insentif fiskal. Fraksi PKS menyoroti rendahnya retribusi parkir, optimalisasi pendapatan BLUD RSUD, serapan belanja modal, serta langkah mengembalikan opini WTP dan memperkuat sistem pengendalian internal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi Partai Golkar juga menyoroti turunnya opini BPK menjadi WDP, tingginya SiLPA Rp154,8 miliar, rendahnya serapan belanja modal dan belanja pegawai, penurunan insentif fiskal, serta minimnya realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT). Sementara Fraksi Perindo meminta penjelasan terkait penyebab turunnya opini WDP dan strategi mengembalikan insentif fiskal. Di sisi lain, Fraksi Demokrat mempertanyakan penyebab turunnya opini WTP menjadi WDP, tingginya SiLPA, rendahnya serapan belanja, hingga strategi penyelesaian piutang macet. Sedangkan Fraksi PKB mengapresiasi capaian pendapatan daerah yang melampaui target, namun meminta penjelasan terkait kemandirian fiskal, efektivitas belanja, pengelolaan aset, piutang daerah, hingga penyelesaian proyek yang masih berstatus konstruksi dalam pengerjaan.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya

Menanggapi berbagai catatan tersebut, Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menilai pemandangan umum yang disampaikan seluruh fraksi merupakan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.

“Secara umum pandangan fraksi relatif sama. Ada kritik, ada juga apresiasi. Semua itu menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan ke depan,” ujarnya usai rapat paripurna.

Armaya juga menyoroti turunnya opini BPK dari WTP menjadi WDP. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi faktor risiko yang dihadapi pemerintah daerah dan harus segera dibenahi.

“Kalau terkait WDP, tentu kita semua sudah mengetahui penyebabnya. Ada kondisi yang bersifat force majeure dan menjadi risiko bagi Kota Madiun. Insyaallah akan kita kejar kembali pada tahun berikutnya agar bisa meraih opini yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai masukan fraksi, termasuk terkait tingginya SiLPA, akan segera dibahas bersama pemerintah daerah dalam tahapan lanjutan pembahasan Raperda.

“Tindak lanjut dari materi paripurna ini langsung kita bahas. Kita bergerak cepat agar ke depan pengelolaan keuangan daerah semakin baik. Yang paling penting adalah sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif sehingga pelaksanaan anggaran berjalan sesuai regulasi,” tegasnya.

Armaya optimistis pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025 akan menghasilkan rekomendasi yang mampu memperbaiki tata kelola keuangan daerah, sekaligus menjadi bekal penyusunan APBD tahun berikutnya agar lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun

Menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan, seluruh pemandangan umum yang disampaikan oleh fraksi akan dibahas pada tahapan pembahasan selanjutnya. Sesuai mekanisme, setelah penyampaian pemandangan umum akan dilanjutkan dengan pembahasan, kemudian pemerintah akan memberikan jawaban pada agenda rapat berikutnya.

“Karena itu, seluruh masukan, pertanyaan, dan catatan yang disampaikan masing-masing fraksi akan kami jawab secara lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya. (ant/red/adv)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026
5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya
Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun
Pemkab Madiun Ajukan Perubahan Anggaran untuk Kebut Perbaikan Jalan
Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade
Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Madiun: Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi Perlu Terus Dijaga
Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:13 WIB

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:09 WIB

ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

Kota Madiun

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Minggu, 30 Agu 2026 - 06:13 WIB