5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

- Editorial Team

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Bayangkan sebuah kota bergerak dalam satu irama. Bukan hanya para seniman, bukan pula sekadar penampil di atas panggung, tetapi ribuan warga dari berbagai latar belakang ikut menari bersama.

Pemandangan itulah yang tersaji dalam Madiun Menari 2026, Sabtu (29/8/2026). Sekitar 5.000 warga ambil bagian dalam gerakan budaya yang mengusung tema “Satu Kota, Satu Gerak, Satu Irama.”

Madiun Menari bukan sekadar pertunjukan tari massal. Kegiatan ini digagas sebagai ruang bersama untuk mengenalkan, mencintai sekaligus menjaga budaya lokal Kota Madiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan kegiatan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat dan pelaku seni. Pemerintah Kota Madiun, kata dia, hanya mengambil peran sebagai fasilitator agar gagasan tersebut bisa diwujudkan.

“Madiun Menari bukan acara Pemerintah untuk rakyat. Ini gerakan rakyat untuk kotanya,” ujar Bagus.

Menurutnya, semangat yang dibangun bukan sekadar membuat sebuah acara besar yang selesai dalam sehari. Lebih jauh, Madiun Menari diharapkan menjadi awal dari gerakan budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

“Kota Madiun tidak sedang membuat acara. Kota Madiun sedang membangun gerakan budaya,” tegasnya.

Salah satu yang menjadi bagian penting dalam Madiun Menari adalah Tari Beksan Parisuko, karya seniman Kota Madiun.

Tarian tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan. Beksan Parisuko menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Tarian itu merepresentasikan keindahan, kesuburan, rasa syukur kepada Sang Pencipta, kehalusan budi pekerti, kesopanan, serta keselarasan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

Melalui Madiun Menari, warga tidak ditempatkan sebagai penonton. Mereka justru diajak menjadi bagian langsung dari upaya menjaga warisan budaya tersebut.

Harapannya, gerakan itu tidak berhenti di ruang publik. Semangat mempelajari dan melestarikan budaya diharapkan berlanjut di sekolah, sanggar seni, komunitas, keluarga hingga berbagai ruang kreatif masyarakat.

“Budaya akan terus hidup ketika masyarakat merasa memiliki, mau mempelajari, mencintai dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Madiun Menari adalah milik masyarakat Kota Madiun,” kata Bagus.

Ribuan warga yang bergerak bersama menunjukkan bahwa ruang kota dapat menjadi ruang ekspresi dan interaksi masyarakat.

Dari sana, pemerintah berharap Madiun Menari tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan budaya yang terus tumbuh.

“Kami tidak sedang membuat acara besar. Kami sedang membangun kebanggaan warga terhadap kotanya melalui budaya,” ujarnya.

Madiun Menari sekaligus menjadi penanda dimulainya Spectra Night, ruang terbuka yang direncanakan digelar rutin setiap bulan.

Spectra Night disiapkan sebagai wadah masyarakat dan komunitas untuk berkegiatan secara positif, kreatif dan edukatif. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat interaksi sosial yang hidup, aman dan tertib.

Untuk menjaga kenyamanan ruang publik, kawasan Spectra Night tidak diperuntukkan bagi aktivitas berjualan. Pemkot Madiun menyebut telah menyiapkan sejumlah lokasi bagi pelaku UMKM dan pedagang, di antaranya kawasan Lapangan Gulun, Bundaran Taman, serta beberapa titik lainnya.

Dengan demikian, Madiun Menari bukan hanya tentang 5.000 orang yang menari dalam satu hari. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat bisa mengambil bagian dalam menghidupkan budaya, menggunakan ruang kota secara bersama-sama, sekaligus membangun rasa bangga terhadap Kota Madiun. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun
Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade
Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini
ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’
Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bahana Bersahaja di Teguhan, Pemkab Madiun Bedah Lima Rumah dan Bangun Drainase

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Sukses Tugas Upacara HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Paskibraka Kabupaten Madiun Diapresiasi Bupati 

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

Kota Madiun

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Minggu, 30 Agu 2026 - 06:13 WIB