Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun

- Editorial Team

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Setelah bertahun-tahun absen, Pemerintah Kota Madiun kembali menghidupkan tradisi Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026). Bukan sekadar kirab budaya, tradisi ini juga menghadirkan momen yang paling ditunggu warga: berebut isi Gunungan Jaler dan Gunungan Estri.

Ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Kota Madiun setelah dua gunungan yang dikirab dari Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuran tiba di lokasi. Setelah melalui prosesi doa, gunungan langsung dipurak atau diperebutkan masyarakat.

Gunungan Jaler berisi sayur-mayur dan hasil bumi. Sementara Gunungan Estri dipenuhi kue tradisional, jajan pasar, serta aneka makanan ringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana sontak riuh. Warga saling berdesakan untuk mendapatkan bagian dari gunungan yang dipercaya membawa berkah tersebut.

Erlin, menjadi salah satu warga yang ikut berebut gunungan. Bersama suami dan anaknya, ia mendapatkan sejumlah sayuran seperti jagung, kacang panjang, pare, dan wortel.

“Tadi ikut rebutan desak-desakan. Saya ambil sayur. Asyik. Setelah ini langsung dimasak,” ujarnya.

Menurut Erlin, kembalinya Grebeg Maulid menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Ia berharap tradisi tersebut kembali digelar secara rutin setiap tahun.

Sebelum sampai di Alun-alun, dua gunungan lebih dulu menjalani kirab sejauh sekitar lima kilometer. Rute dimulai dari halaman Masjid Kuno Taman, kemudian melewati Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr Soetomo, Jalan Pahlawan hingga finis di Alun-alun Kota Madiun.

Sekitar 1.000 peserta turut ambil bagian. Mereka terdiri atas pelajar SMP dan MTs hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun.

Setibanya di Alun-alun, kedatangan gunungan disambut lantunan Gamelan Sekaten. Gunungan kemudian diserahterimakan dari Camat Taman kepada Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebelum menjalani prosesi doa dan dipurak.

Bagus Panuntun mengatakan, kembalinya Grebeg Maulid memiliki makna lebih luas daripada sekadar menghidupkan tradisi yang sempat berhenti.

“Bagaimana momen ini kita memaknai sifat-sifat Nabi Rasulullah. Yang kedua, budaya yang ada di Grebeg Maulid ini harus tetap kita jaga,” katanya.

Ia menilai pelestarian tradisi lokal juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari sektor pariwisata. Grebeg Maulid diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan masyarakat lokal, tetapi berkembang menjadi salah satu ikon budaya Kota Madiun.

Dengan kemasan yang semakin baik, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Semoga bisa menjadi tuntunan dan tontonan yang menarik dan bisa dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat Kota Madiun yang tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bagus juga menekankan pentingnya mengenalkan tradisi lokal kepada generasi muda. Menurutnya, budaya daerah merupakan bagian penting dalam membangun identitas masyarakat sekaligus memperkaya kebudayaan nasional.

“Dengan berkembangnya budaya lokal ini, kita harapkan dapat membangun jati diri masyarakat kita, sehingga kekayaan tradisi dapat berkembang dan lestari guna menciptakan generasi muda masa kini untuk bangkit mencintai budaya sendiri,” tuturnya.

Pemkot Madiun pun membuka peluang melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan Grebeg Maulid berikutnya lebih meriah dan tertata. Termasuk menghidupkan kembali tradisi gembrungan yang selama ini lekat dengan peringatan Maulid Nabi di Kota Madiun.

“Karena ini yang pertama setelah hampir 10 tahun, nantinya akan banyak koordinasi evaluasi untuk ke depannya. Saya berharap Grebeg Maulid ini menjadi salah satu ikon budaya di Kota Madiun,” pungkasnya. (ant/red/adv)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya
Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade
Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini
ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’
Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bahana Bersahaja di Teguhan, Pemkab Madiun Bedah Lima Rumah dan Bangun Drainase

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Sukses Tugas Upacara HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Paskibraka Kabupaten Madiun Diapresiasi Bupati 

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

Kota Madiun

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Minggu, 30 Agu 2026 - 06:13 WIB