MADIUN, NEUMEDIA.ID – Program Bahana Bersahaja Pemerintah Kabupaten Madiun di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, tak hanya menjadi ajang menyerap aspirasi warga. Kegiatan yang digelar Rabu-Kamis (19-20/8/2026) itu juga menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya melalui bedah rumah dan pembangunan drainase.
Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi mengatakan, pemerintah bersama Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke masyarakat untuk melihat sekaligus menangani persoalan yang dihadapi warga.
“Prinsipnya, Bahana Bersahaja merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun. Kami bersama Forkopimda dan OPD terjun langsung ke masyarakat, menggali aspirasi sekaligus memberikan pelayanan,” kata Purnomo Hadi.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Madiun memberikan penanganan terhadap lima rumah tidak layak huni (RTLH). Salah satunya rumah milik Pak Tomo yang awalnya hanya mendapat bantuan peningkatan kualitas senilai Rp25 juta.
Namun, semangat gotong royong warga dan Pemerintah Desa Teguhan membuat penanganannya berkembang menjadi pembangunan kembali. Rumah tersebut dibongkar dari nol dan dibangun secara bersama-sama.
“Anggaran dari pemerintah tetap Rp25 juta. Karena partisipasi masyarakat dan Pemerintah Desa Teguhan luar biasa, rumah itu akhirnya dibongkar dari nol. Kekurangannya didukung melalui gotong royong masyarakat,” jelasnya.

Menurut Purnomo Hadi, keterlibatan warga dalam pembangunan rumah tersebut menjadi contoh nyata bahwa Bahana Bersahaja tidak hanya menghadirkan bantuan pemerintah, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat.
Selain bedah rumah, Pemkab Madiun juga meninjau pembangunan dan perbaikan saluran drainase di Desa Teguhan. Penataan drainase tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi saluran sekaligus mengoptimalkan lebar badan jalan.
Dengan saluran yang ditata dan ditutup, kendaraan roda empat diharapkan tetap dapat berpapasan tanpa terganggu keberadaan saluran di sisi jalan.
Purnomo Hadi menyebut pembangunan drainase tersebut merupakan salah satu bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur yang disampaikan masyarakat.
“Harapannya saluran ini ditutup sehingga tidak mengurangi lebar jalan. Kalau ada kendaraan roda empat berjejer atau berpapasan, masih bisa. Ini salah satu inovasi Dinas PU yang memang sangat dibutuhkan masyarakat Teguhan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Bahana Bersahaja juga membawa sekitar 33 jenis layanan ke Desa Teguhan. Mulai dari sertifikasi UMKM, sertifikasi halal, pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan.
Namun, Dokter Pur – sapaan akrab Wabup Madiun – menegaskan seluruh aspirasi masyarakat tetap akan diproses melalui OPD terkait dan mengikuti ketentuan administrasi serta regulasi yang berlaku.
“Prinsipnya kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetapi tetap tidak meninggalkan tertib administrasi dan tertib regulasi,” pungkasnya. (ant/red/adv)






