Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Madiun: Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi Perlu Terus Dijaga

- Editorial Team

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kabupaten Madiun gelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026)

DPRD Kabupaten Madiun gelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026)

MADIUN, NEUMEDIA.ID — DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (14/8/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menilai pidato Presiden Prabowo Subianto merupakan laporan atas kinerja dan capaian pemerintah selama satu tahun terakhir. Sejumlah program unggulan pemerintah, mulai dari penguatan BUMN hingga koperasi, turut disampaikan dalam pidato tersebut.

“Pada prinsipnya, pidato Presiden merupakan laporan kinerja pemerintah yang sudah dijalankan selama satu tahun. Kita juga sudah mendengarkan berbagai hasil dan capaian yang disampaikan,” kata Fery.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono

Menurutnya, program pemerintah pusat tetap perlu diselaraskan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Sebab, implementasi kebijakan di daerah memiliki tantangan yang berbeda.

“Yang perlu dilihat adalah bagaimana implementasi dan kondisi di masing-masing daerah. Untuk Kabupaten Madiun, tentu pemerintah daerah dan masyarakat yang lebih memahami kondisi serta kebutuhan di wilayahnya,” ujarnya.

Fery juga menanggapi isu ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Ia menilai Kabupaten Madiun telah lama memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dari sektor pertanian.

“Kalau Indonesia dinilai sudah mencapai swasembada pangan, sebenarnya kita sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan sejak dulu. Untuk Kabupaten Madiun sendiri, swasembada pangan juga sudah lama kita jalankan,” jelasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu menyebut stabilitas ekonomi menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini. Menurutnya, masyarakat tidak menuntut banyak hal selain kondisi ekonomi yang stabil dari tingkat pusat hingga daerah.

“Masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun, sebenarnya menginginkan satu hal, yaitu kestabilan ekonomi,” tegasnya.

Ia mengatakan, kestabilan ekonomi penting agar aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus mencari langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah keterbatasan anggaran.

Fery mengakui, upaya tersebut tidak mudah karena anggaran dari pemerintah pusat mengalami pengurangan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus memperhitungkan kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seberapa keras pun kita berupaya, anggaran dari pemerintah pusat saat ini juga mengalami pengurangan. Di sisi lain, kita juga harus melihat kemampuan PAD,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan program ketahanan pangan pemerintah daerah berjalan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Untuk program ketahanan pangan, Kabupaten Madiun alhamdulillah sudah surplus. Jadi, ini akan terus kita pertahankan,” kata Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau. Ia berharap petani tetap mampu melakukan panen sehingga ketersediaan pangan di Kabupaten Madiun tetap terjaga.

“Mudah-mudahan meskipun saat ini musim kemarau, para petani tetap bisa panen,” imbuhnya.

Selain ketahanan pangan, Bupati Hari Wuryanto menyebut Pemerintah Kabupaten Madiun juga terus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat di bidang kesehatan.

Salah satunya melalui program cek kesehatan gratis. Hingga saat ini, pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Madiun telah mencapai 47 persen. Pemkab menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi 70 persen hingga akhir 2026.

“Alhamdulillah, sampai saat ini program cek kesehatan gratis di Kabupaten Madiun sudah mencapai 47 persen. Target kita hingga akhir tahun mencapai 70 persen. Mudah-mudahan target tersebut bisa kita capai,” katanya.

Pemkab Madiun juga masih mengusulkan tambahan dokter spesialis untuk memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.

Hariwur mengatakan, pihaknya telah mengusulkan penambahan dokter spesialis kepada pemerintah pusat. Selain itu, Pemkab Madiun juga telah menyekolahkan sejumlah dokter untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis di daerah.

“Dukungan kita tentunya melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Khusus untuk dokter spesialis, kita juga sudah menyekolahkan beberapa dokter. Mudah-mudahan ke depan tambahan dokter spesialis tersebut bisa semakin meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Madiun,” pungkasnya. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi
Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026
Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 
Pemkab Madiun Ajukan Perubahan Anggaran untuk Kebut Perbaikan Jalan
Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 
Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana
Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026
Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB