Serah Terima 270 Taruna Taruni Baru, Wali Murid Ungkap Alasan Percayakan Pendidikan Putra-Putrinya ke SMAN 3 Taruna Angkasa

- Editorial Team

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai prosesi serah terima, 270 taruna dan taruni Angkatan IX/60 SMAN 3 Taruna Angkasa diberangkatkan menuju asrama.

Usai prosesi serah terima, 270 taruna dan taruni Angkatan IX/60 SMAN 3 Taruna Angkasa diberangkatkan menuju asrama.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Suasana haru menyelimuti prosesi serah terima taruna dan taruni Angkatan IX/60 SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur di Madiun yang digelar di Gedung Graha Dewanto, Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, Minggu (12/7/2026). Sebanyak 270 siswa resmi diserahkan orang tua kepada pihak sekolah untuk menjalani pendidikan di sekolah yang bergelimang prestasi tersebut.

Momentum tersebut menjadi awal perjalanan para taruna angkatan ke-9. Usai prosesi serah terima, para siswa akan langsung memasuki kehidupan asrama dengan sistem pembinaan disiplin yang menjadi ciri khas SMAN 3 Taruna Angkasa,

Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa, Agus Supriyono, mengatakan tahun ini sekolah menerima 270 taruna baru dari total 1.290 pendaftar yang mengikuti proses seleksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan angkatan ke-9 taruna, sementara secara keseluruhan sekolah sudah memasuki angkatan ke-60 sejak masih bernama SMA Negeri 3. Dari 1.290 pendaftar, yang diterima sebanyak 270 siswa,” ujarnya.

Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa, Agus Supriyono (pakai peci) berfoto dengan salah seorang tokoh Universitas Pertahanan yang juga menjadi wali murid.

Agus menjelaskan, setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari, seluruh taruna langsung menjalani masa basis selama tiga bulan. Pada fase tersebut, para siswa tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan orang tua. Bahkan, keluarga juga tidak diizinkan menjenguk maupun menelepon anak selama proses pembentukan karakter berlangsung.

“Tujuannya agar anak-anak belajar mandiri, tidak bergantung kepada orang tua, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak mengalami homesick, serta memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah prosesi serah terima selesai, seluruh taruna langsung masuk ke asrama. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga lokasi kegiatan dan tidak dapat mendampingi anak ke lingkungan asrama.

“Di asrama mereka akan dibina, dididik, dan digembleng sesuai sistem pendidikan yang berlaku. Harapan kami mereka mampu menikmati proses belajar meski disiplin yang diterapkan cukup ketat. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, berjiwa patriotisme, dan siap menjadi harapan bangsa di masa depan,” katanya.

Seorang ibu berteriak menyemangati putranya yang segera berangkat menuju asrama SMAN 3 Taruna Angkasa.

Di balik prosesi tersebut, tersimpan pengorbanan besar para orang tua yang harus merelakan anaknya berpisah selama tiga bulan tanpa komunikasi.

Salah satunya disampaikan Didik Dwi Cahyono, wali murid yang juga merupakan salah seorang tokoh di Universitas Pertahanan. Menurutnya, memilih SMAN 3 Taruna Angkasa merupakan ikhtiar untuk membekali anak dengan karakter yang kuat di tengah derasnya tantangan zaman.

“Sekolah ini dikenal mampu mencetak generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki wawasan luas. Di era globalisasi sekarang, anak-anak membutuhkan benteng karakter agar siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Meski harus berpisah sementara, Didik mengaku mendukung penuh aturan sekolah karena diyakini menjadi bagian penting dalam membentuk kemandirian anak.

“Kami sebagai orang tua akan mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan sekolah. Ini merupakan bagian dari character building, agar anak belajar berdiri di atas kemampuannya sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang tua,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Hafni Ahmad, wali murid asal Surabaya. Ia sengaja menyekolahkan putranya di SMAN 3 Taruna Angkasa agar memiliki disiplin, kemandirian, serta peluang lebih besar mewujudkan cita-cita menjadi anggota militer maupun sekolah kedinasan.

“Saya berharap anak saya menjadi pribadi yang lebih disiplin, dewasa, memiliki adab yang baik, dan mampu meraih cita-citanya,” katanya.

Hafni mengakui berat melepas putranya menjalani masa basis tanpa komunikasi. Namun, ia memilih mempercayakan sepenuhnya proses pendidikan kepada sekolah.

“Tentu kami sedih karena selama ini selalu bersama sebagai keluarga. Tetapi demi masa depan anak, kami ikhlas menyerahkan sepenuhnya proses pendidikannya kepada SMAN 3 Taruna Angkasa. Kami percaya sekolah ini mampu membimbingnya menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama
Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya
Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun
Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade
Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru