Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 

- Editorial Team

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi I DPRD Kota Madiun saat sidak di Dinas Pendidikan Kota Madiun menindaklanjuti insiden dugaan keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Kamis (10/9/2026)

Komisi I DPRD Kota Madiun saat sidak di Dinas Pendidikan Kota Madiun menindaklanjuti insiden dugaan keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Kamis (10/9/2026)

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Komisi I DPRD Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyusul insiden dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru SDN 02 Kanigoro setelah mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026).

Sidak dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, bersama anggota Komisi I Usman Ependi dan Eko Gerrad.

Rombongan pertama mendatangi SDN 02 Kanigoro untuk menggali informasi terkait kejadian yang dialami para siswa. Setelah itu, Komisi I bergerak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Kota Madiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Saat rombongan tiba di SPPG, lokasi dalam kondisi tutup. Tidak ada pihak yang dapat ditemui sehingga Komisi I tidak bisa melakukan klarifikasi langsung kepada pengelola SPPG terkait makanan yang didistribusikan kepada para siswa.

Begitu pula di Dinas Pendidikan Kota Madiun. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati diketahui sedang menjalankan tugas dinas ke luar kota sehingga tidak dapat ditemui langsung oleh rombongan Komisi I untuk dimintai klarifikasi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Didik Yulianto mengatakan pihaknya memang sengaja melakukan sidak untuk mendapatkan gambaran mengenai kejadian tersebut. Namun, dewan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa dugaan keracunan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh menu MBG.

Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Didik Yulianto saat dikonfirmasi usai sidak, Kamis (10/9/2026)

Menurut Didik, makanan yang didistribusikan dari dapur atau SPPG mencapai sekitar 2.500 porsi. Makanan tersebut tidak hanya disalurkan ke SDN 02 Kanigoro, tetapi juga sejumlah sekolah lainnya.

“Dari sekolah-sekolah lain tidak ada kejadian serupa seperti yang terjadi di SD Kanigoro 2,” ujar Didik.

Karena itu, menurutnya, penyebab kejadian masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Komisi I juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang perlu diperiksa, termasuk makanan yang dikonsumsi siswa dari luar menu MBG.

“Kita tidak bisa menjustifikasi bahwa kejadian ini pasti disebabkan oleh menu yang diberikan. Bisa saja ada faktor lain. Saat ini masih dalam proses penyelidikan instansi terkait,” katanya.

Kondisi SPPG yang tutup membuat Komisi I belum dapat memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan MBG.

Padahal, menurut Didik, klarifikasi dari pihak penyedia makanan penting untuk mengetahui proses pengolahan, bahan yang digunakan hingga distribusi makanan kepada sekolah.

Didik menambahkan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara program MBG. Terutama untuk memastikan keamanan bahan pangan dan proses pengolahan makanan sebelum dikonsumsi siswa.

“Kami mendorong agar semua pihak lebih berhati-hati dan melakukan evaluasi terhadap apa yang akan diberikan kepada anak-anak,” tegasnya.

Polistisi Partai Gerindra yang akrab disapa Didik Sireng ini menyebut, program MBG memiliki tujuan positif untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi peserta didik. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kualitas makanan.

“Harapan kita semua, makanan yang diberikan pemerintah ini benar-benar membantu anak didik, khususnya di Kota Madiun. Jangan sampai justru menimbulkan kejadian yang tidak kita harapkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Komisi I juga mendapat informasi mengenai kondisi siswa yang terdampak. Didik mengatakan, sebagian siswa masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Beberapa siswa juga masih menjalani rawat jalan untuk memulihkan kondisi mereka.

Komisi I DPRD Kota Madiun memastikan akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus tersebut. Dewan berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Ini merupakan musibah dan tidak ada yang menginginkannya. Kejadian seperti ini juga baru terjadi sekarang dan sebelumnya tidak ada. Semoga ke depan pelaksanaannya bisa lebih baik dan bisa menjadi percontohan di daerah lain,” pungkas Didik. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Tahun Kinerja, DPRD Kota Madiun Gowes Bareng Pemkot, Perkuat Sinergi untuk Rakyat
Menhaj Buka Manasik Haji Nasional di Madiun, Jemaah Diminta Mulai Latihan Jalan Kaki
Menteri Irfan Yusuf Buka Expo UMKM Haji-Umrah di Madiun, 300 Pelaku Usaha Bidik Pasar Ekonomi Jemaah
Empat Raperda Digodok DPRD Kota Madiun, Santunan Kematian Diusulkan Naik
BTPN Syariah Buka Rekrutmen di Madiun, Perempuan Muda Bisa Ikut Seleksi Langsung
Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPRD Madiun Soroti Jalan Rusak, Dorong APBD 2027 Prioritaskan Infrastruktur

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Damkar Kabupaten Madiun dan Yon TP 532 Unjuk Kesigapan Tangani Situasi Darurat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Madiun Raya Capai 31.267 Ton, Pupuk Indonesia Dorong Pemakaian Petroganik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Hari Kesakitan Pancasila, Bupati Madiun Tegaskan Madiun adalah Korban Kebiadaban PKI, Bukan Pelaku 

Minggu, 27 September 2026 - 14:28 WIB

Satlantas Polres Madiun Sabet Juara 1 Nasional Pelaporan Data Kecelakaan Lalu Lintas

Jumat, 25 September 2026 - 12:52 WIB

BTPN Syariah Buka Peluang Karier di Madiun, Sasar Generasi Muda Jadi Bankir Pemberdaya

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Berita Terbaru