MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kota Madiun membuka ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan Madiun Melukis yang digelar di halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dikemas berbeda. Bukan sebagai ajang perlombaan, melainkan parade melukis yang memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka di ruang terbuka.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, gagasan kegiatan ini muncul setelah dirinya melihat sejumlah lukisan karya anak-anak saat berkegiatan di Dekranasda.
“Saya tidak mau lomba. Saya mau parade, sehingga adik-adik ini mulai terbiasa dan tidak kaku,” kata Bagus.

Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk berekspresi. Karena itu, kegiatan Madiun Melukis digelar di ruang terbuka agar proses berkarya mereka dapat disaksikan masyarakat.
“Madiun Melukis ini adalah satu ruang yang saya coba buka untuk adik-adik, khususnya yang memang punya kelebihan dalam melukis,” ujarnya.
Tak sekadar menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga dirancang untuk membangun komunikasi antara anak-anak dan pemerintah melalui karya seni.

Bagus sengaja mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melihat karya para pelukis cilik. Karya yang menarik diharapkan dapat dibeli dan kemudian dipajang di kantor-kantor pemerintahan.
Ia bahkan meminta anak-anak yang karyanya dibeli untuk turut dilibatkan saat lukisan tersebut dipasang.
“Nanti kalau ada yang beli dari OPD, saya minta yang memasang mengundang anak-anak yang punya karya itu. Kemudian didokumentasikan,” jelasnya.
Menurut Bagus, cara tersebut diharapkan memberikan pengalaman sekaligus kenangan bagi anak-anak bahwa karya mereka mendapat apresiasi dari pemerintah.
“Target saya adalah membangun komunikasi mulai dini, anak-anak melalui karya melukis,” imbuhnya.
Harga lukisan yang dipamerkan cukup beragam, mulai sekitar Rp200 ribu, Rp250 ribu hingga mencapai Rp5 juta. Bahkan, terdapat karya yang tidak dipatok dengan harga tertentu.
Bagus sendiri turut membeli beberapa karya sebagai bentuk apresiasi. Salah satunya akan dipajang di Balai Kota Madiun.
“Saya apresiasi karena nanti juga akan saya pajang di Balai Kota untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pelukis anak-anak. Supaya mereka ingat sama pemerintah,” tuturnya.
Melihat antusiasme peserta, Bagus membuka peluang kegiatan Madiun Melukis kembali digelar tahun depan.
Menurutnya, konsep parade memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak karena mereka dapat berkarya tanpa tekanan kompetisi.
“Dengan antusias ini, karena bentuknya parade, kalau acara berhasil saya akan coba nanti di tahun depan,” pungkasnya. (ant/red/adv)






