MADIUN, NEUMEDIA.ID – Kawasan Pawitandirogo yang meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo didorong menjadi kawasan strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur bagian barat dan barat daya.
Dorongan itu mengemuka dalam Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo di Hotel Mercure Kota Madiun, Jumat (21/8/2026). Forum tersebut menjadi ajang memperkuat kolaborasi antardaerah untuk mengembangkan potensi ekonomi dan budaya kawasan.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Kota Madiun memiliki posisi strategis sebagai simpul aksesibilitas dan ekonomi Pawitandirogo.
Menurutnya, meski tidak memiliki sumber daya alam melimpah, Kota Madiun memiliki kekuatan pada sumber daya manusia. Karena itu, setelah fokus membangun infrastruktur selama hampir lima tahun, Pemkot Madiun kini mengembangkan pariwisata, ekonomi kreatif, digitalisasi, dan SDM.
“Kami ingin Kota Madiun bukan hanya menjadi kota yang dilewati, tetapi menjadi kota yang selalu didatangi masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah potensi terus dikembangkan, seperti Pahlawan Street Center (PSC), Creative Market, produk unggulan kelurahan, hingga kompetisi video mapping Padang Beranang yang diikuti 38 peserta dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Bagus juga mendorong pencak silat menjadi kekuatan budaya dan pariwisata. Pemkot Madiun telah berkomunikasi dengan 15 perguruan pencak silat untuk menyiapkan Kirab Budaya Pencak Silat.
“Kami ingin para pendekar dari seluruh Indonesia bisa kembali ke bumi pendekar, yaitu Kota dan Kabupaten Madiun,” katanya.
Sementara itu, Anggota I Pimpinan BPK RI sekaligus Pembina Paguyuban Pawitandirogo, Nyoman Adhi Suryadnyana, menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci menghadapi tantangan investasi dan ekonomi global.
“Industri kreatif kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru. Sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan diaspora akan menghasilkan perkembangan ekonomi, lapangan kerja, dan taraf hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, turut menyatakan dukungan pemerintah pusat. Mulai semester II 2026, kementeriannya menyiapkan tiga program untuk Pawitandirogo, yakni Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi desa, meningkatkan kualitas talenta dan pelaku usaha, serta membawa produk lokal menembus pasar nasional hingga global.
“Kementerian siap berkolaborasi dengan para kepala daerah, mulai dari akses pendanaan, pasar, pelindungan kekayaan intelektual hingga keberlanjutan bisnis,” tegasnya.
Dukungan tersebut diperkuat melalui Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang melibatkan 26 kementerian untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Melalui kolaborasi lintas daerah dan pemerintah pusat, Pawitandirogo diharapkan tidak hanya menjadi kawasan yang memiliki potensi besar, tetapi mampu mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ant/red/adv)






