MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun mengemas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berbeda. Tak sekadar menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni, Caruban Night Solidarity 2026 juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gelaran yang berlangsung di wilayah Caruban, Sabtu (22/8/2026) malam, tersebut diikuti dan disaksikan masyarakat dengan suasana meriah. Di balik kemeriahan itu, Pemkab Madiun menyelipkan pesan solidaritas dan kemanusiaan untuk saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, perayaan kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai dengan kegembiraan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama.
“Di tengah suka cita merayakan HUT ke-81 RI, kita tingkatkan rasa solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, khususnya warga di NTT. Bantuan dan doa dari Kabupaten Madiun adalah wujud nyata kebersamaan kita,” ujar Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.

Rangkaian acara diawali dengan kirab bernuansa budaya. Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun berjalan menuju panggung kehormatan.
Prosesi kemudian ditandai dengan penyerahan tongkat Mbah Palang oleh Bupati Hari Wuryanto kepada tokoh Mbah Palang. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya iringan kesenian Dongkrek yang turut mengawal rangkaian Caruban Night Solidarity 2026.
Menurut Hariwur, perpaduan antara seni, budaya, hiburan rakyat, dan aksi solidaritas menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut. Tradisi lokal tidak hanya ditampilkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia berharap Caruban Night Solidarity tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan tahun ini. Kegiatan tersebut diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan dan berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Madiun.
“Harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkala, menjadi ikon pariwisata sekaligus mempererat tali persaudaraan dan kepedulian masyarakat,” pungkasnya. (*/ant/red)






