Pemkab Madiun Ajukan Perubahan Anggaran untuk Kebut Perbaikan Jalan

- Editorial Team

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rancangan Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin (24/8/2026).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rancangan Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin (24/8/2026).

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun menggeser prioritas anggaran dalam Perubahan APBD 2026 untuk mengejar pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Langkah ini dilakukan di tengah waktu pelaksanaan anggaran yang tersisa sekitar empat bulan.

Rancangan Perubahan APBD 2026 tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin (24/8/2026).

Dalam nota keuangan, pendapatan daerah diproyeksikan turun Rp51,83 miliar, dari sebelumnya Rp1,859 triliun menjadi Rp1,807 triliun. Penurunan terutama dipicu terkoreksinya pendapatan transfer dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pendapatan menyusut, Pemkab Madiun justru menambah anggaran belanja modal sebesar Rp33,49 miliar. Anggaran belanja modal yang semula Rp188,57 miliar naik menjadi Rp222,06 miliar.

Salah satu sektor yang mendapat tambahan cukup besar adalah jalan, jaringan, dan irigasi. Anggarannya ditambah sekitar Rp16,41 miliar menjadi Rp99,70 miliar.

Bupati Hari Wuryanto mengatakan, perubahan APBD dilakukan untuk menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan aktual masyarakat. Program yang dinilai masih membutuhkan tambahan anggaran akan diperkuat, sedangkan anggaran yang tidak lagi diperlukan atau sulit direalisasikan dalam sisa waktu tahun berjalan akan dialihkan.

“Karena kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal-hal yang memang dibutuhkan masyarakat, tetapi anggarannya masih kurang, kita tambah. Sementara kegiatan yang anggarannya masih tersisa dan tidak terlalu dibutuhkan, kita kurangi,” kata Hariwur, sapaan akrabnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat tahun anggaran 2026 tinggal menyisakan sekitar empat bulan. Karena itu, anggaran harus diarahkan pada program yang realistis sekaligus memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

“Karena waktunya sudah tinggal beberapa bulan, kita fokus pada kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas, khususnya infrastruktur. Salah satunya diarahkan untuk perbaikan jalan,” ujarnya.

Hariwur menambahkan, kenaikan belanja modal juga tidak lepas dari meningkatnya harga kebutuhan pembangunan. “Iya, karena sekarang harga-harga juga sudah mahal. Biayanya memang semakin tinggi,” katanya.

Secara keseluruhan, total belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD 2026 turun sekitar Rp8,18 miliar, dari Rp2,022 triliun menjadi Rp2,014 triliun.

Namun, sejumlah pos justru mengalami peningkatan. Belanja operasi naik Rp73,11 miliar menjadi Rp1,524 triliun. Belanja barang dan jasa bertambah sekitar Rp52,91 miliar menjadi Rp643,85 miliar, sedangkan belanja pegawai naik Rp17,47 miliar menjadi Rp832,07 miliar.

Sementara belanja transfer dipangkas sekitar Rp110,50 miliar menjadi Rp262,37 miliar. Dari sisi pendapatan, tekanan terbesar berasal dari transfer pemerintah pusat yang turun sekitar Rp97,19 miliar, dari Rp1,365 triliun menjadi Rp1,268 triliun.

Di sisi lain, sejumlah sumber PAD meningkat. Pajak daerah bertambah Rp565 juta menjadi Rp181,06 miliar, sedangkan retribusi daerah naik sekitar Rp966 juta menjadi Rp236,69 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mujono menilai perubahan APBD merupakan momentum untuk menyesuaikan program dengan kondisi dan sisa waktu tahun anggaran.

Menurutnya, pembahasan masih akan dilakukan masing-masing fraksi sebelum pandangan umum fraksi disampaikan dalam rapat paripurna.

Terkait rencana menggenjot perbaikan jalan, Mujono menilai waktu empat bulan masih memungkinkan, tetapi membutuhkan kerja cepat.

“Saya pikir masih memungkinkan. Tentu dibutuhkan kerja ekstra dan kerja cepat untuk masyarakat. Infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas,” kata Mujono.

Ia mendorong agar jalan-jalan rusak segera mendapat penanganan. Menurutnya, menunda perbaikan hanya akan membuat kerusakan semakin parah dan berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran di kemudian hari.

“Kalau tidak segera diselesaikan tahun ini dan terus ditunda, kondisi jalan yang rusak justru akan semakin parah,” ujarnya.

Mujono menilai keputusan Pemkab Madiun mengarahkan tambahan anggaran perubahan untuk infrastruktur jalan merupakan langkah yang tepat.

“Menurut saya, jika dalam perubahan APBD ini fokus diarahkan pada infrastruktur jalan, itu merupakan langkah yang sangat tepat,” tandasnya.

Rancangan Perubahan APBD 2026 selanjutnya akan dibahas DPRD Kabupaten Madiun bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sesuai mekanisme yang berlaku. Targetnya, penyesuaian anggaran tidak sekadar mengubah angka dalam APBD, tetapi benar-benar mempercepat program yang dibutuhkan masyarakat, terutama perbaikan infrastruktur jalan. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 
Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana
Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026
Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS
Bahana Bersahaja di Teguhan, Pemkab Madiun Bedah Lima Rumah dan Bangun Drainase
Sukses Tugas Upacara HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Paskibraka Kabupaten Madiun Diapresiasi Bupati 
Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Madiun: Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi Perlu Terus Dijaga
Berantas Rokok Ilegal, Petugas Gabungan Sisir Toko hingga Warung di Sirapan dan Dimong

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:09 WIB

ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:21 WIB

Serah Terima 270 Taruna Taruni Baru, Wali Murid Ungkap Alasan Percayakan Pendidikan Putra-Putrinya ke SMAN 3 Taruna Angkasa

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Berita Terbaru