KOTA MADIUN, NEUMEDIA.ID – Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, masih ada pekerjaan rumah besar yang menanti penyelesaian, mulai dari persoalan kemiskinan, pengangguran hingga stunting.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-108 Kota Madiun yang digelar DPRD Kota Madiun di ruang sidang utama DPRD, Sabtu (20/6/2026). Momentum hari jadi kali ini menjadi ajang refleksi bersama atas perjalanan panjang kota yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Mengusung tema “Madiun Berkilau”, peringatan hari jadi tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai simbol kemajuan kota, tetapi juga dorongan untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya menilai, kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih cermat menentukan arah pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
“Yang harus menjadi perhatian sekarang adalah bagaimana menjaga ekonomi Kota Madiun tetap tumbuh di tengah tantangan global dan efisiensi anggaran,” ujarnya.
Armaya menegaskan, DPRD siap memberikan dukungan terhadap program-program strategis Pemerintah Kota Madiun selama memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga mendorong agar alokasi anggaran lebih difokuskan pada sektor-sektor yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Menurutnya, program yang dinilai kurang mendesak dapat dievaluasi kembali agar ruang fiskal pemerintah bisa diarahkan untuk mengatasi persoalan yang lebih fundamental.
“Persoalan kemiskinan, pengangguran dan stunting harus menjadi prioritas karena dampaknya akan kita rasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Dengan luas wilayah sekitar 33 kilometer persegi, jumlah penduduk lebih dari 210 ribu jiwa, serta APBD yang mencapai sekitar Rp1,1 triliun, Armaya optimistis Kota Madiun memiliki modal yang cukup kuat untuk mempercepat pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyebut usia 108 tahun menjadi bukti perjalanan panjang Kota Madiun dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Menurutnya, berbagai capaian yang dirasakan saat ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat yang terus mendukung pembangunan daerah.
“Perjalanan 108 tahun ini penuh dinamika, tantangan dan pencapaian. Semua dapat terwujud karena kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Bagus menambahkan, semangat “Madiun Berkilau” harus menjadi energi kolektif untuk membawa Kota Pendekar semakin kompetitif di tengah perkembangan dunia yang berlangsung begitu cepat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta kemampuan masyarakat beradaptasi dengan perubahan.
“Pembangunan yang kita jalankan harus mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, lingkungan yang nyaman, dan masyarakat yang semakin berdaya saing,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-108 ini, Kota Madiun diharapkan tidak hanya mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih, tetapi juga semakin fokus menjawab tantangan masa depan. Sebab, kota yang benar-benar berkilau bukan hanya yang tampak maju secara fisik, melainkan juga mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya. (ant/red/adv)






