KOTA MADIUN, NEUMEDIA.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun menggenjot kinerja pendapatan asli daerah (PAD) sejak awal tahun dengan melakukan sinkronisasi, evaluasi, dan optimalisasi pajak serta retribusi daerah pada triwulan I 2026. Hasilnya, hingga akhir Maret, realisasi PAD dari sektor pajak daerah telah mencapai 23,99 persen.
Kepala Bapenda Kota Madiun, Jariyanto, menjelaskan langkah evaluatif tersebut dilakukan untuk memastikan progres capaian PAD tetap terukur dan sesuai target tiap triwulan. “Kegiatan ini untuk mengetahui progres capaian PAD setiap triwulan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia memaparkan, target pajak daerah tahun 2026 dipatok sebesar Rp144,17 miliar yang mencakup 11 jenis pajak, terbagi dalam Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta opsen pajak. Hingga 31 Maret 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp34,58 miliar.
Kontributor terbesar pada triwulan I berasal dari PBJT jasa makanan dan minuman dengan capaian Rp7,89 miliar atau 33,25 persen dari target. Disusul Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp6,68 miliar (24,99 persen) serta PBJT tenaga listrik sebesar Rp6,44 miliar (28,33 persen).
Sementara itu, sektor retribusi daerah juga menunjukkan progres awal yang positif. Dari target sebesar Rp135,28 miliar yang dikelola oleh 14 organisasi perangkat daerah (OPD), realisasi hingga akhir Februari telah menyentuh Rp27,07 miliar atau 20,01 persen.
Capaian tertinggi retribusi tercatat pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebesar Rp2,29 miliar atau 74,74 persen dari target. Disusul Dinas Perdagangan dengan Rp1,58 miliar (33,20 persen) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebesar Rp64,8 juta (30,87 persen).
Jariyanto optimistis tren positif ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada triwulan berikutnya. Evaluasi berkala yang dilakukan setiap tiga bulan diharapkan mampu mengidentifikasi kendala sekaligus merumuskan strategi percepatan.
“Realisasi PAD di awal tahun ini kami harapkan terus meningkat di triwulan berikutnya,” tegasnya.
Melalui langkah sinkronisasi dan optimalisasi yang berkelanjutan, Bapenda menargetkan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergarap maksimal sehingga target PAD Kota Madiun tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran. (*/ant/red)






