MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sarasehan Kampung Pesilat di Gedung Kampung Pesilat, Selasa (28/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkuat guyub rukun antarperguruan pencak silat sebagai fondasi utama dalam membangun Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat dan Sejahtera (Bersahaja).
Sarasehan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Madiun, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madiun. Turut hadir pula para ketua perguruan silat se-Kabupaten Madiun.
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa kekuatan utama Kabupaten Madiun terletak pada persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas pesilat yang memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Guyub rukun antarperguruan adalah kunci. Jika kebersamaan ini terjaga, maka stabilitas daerah akan kuat, dan pembangunan di Kabupaten Madiun bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi warisan budaya luhur, tetapi juga perekat sosial yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya komunikasi yang intens dan harmonis antarperguruan.
Sementara itu, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi menambahkan bahwa Kampung Pesilat harus menjadi simbol persaudaraan yang nyata di tengah masyarakat. Ia menilai, suasana yang kondusif akan berdampak langsung pada berbagai sektor pembangunan, termasuk pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi.
“Ketika guyub rukun terjaga, maka energi kita tidak habis untuk konflik, tetapi bisa difokuskan pada hal-hal produktif, termasuk mencetak prestasi dan membangun daerah,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, juga berlangsung dialog terbuka antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan para pimpinan perguruan silat. Para peserta secara aktif menyampaikan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan di lapangan, mulai dari upaya menjaga kondusivitas, pembinaan anggota, hingga penguatan peran perguruan dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah daerah pun merespons berbagai masukan tersebut sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan.
Para perwakilan perguruan silat menyambut positif sarasehan ini. Mereka sepakat bahwa komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mempererat hubungan antarperguruan sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dengan semangat guyub rukun yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap Kampung Pesilat tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga menjadi fondasi kokoh dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ant/red/adv)






