Dugaan Suplai Senjata ke Myanmar, Tiga BUMN Diadukan ke Komnas HAM

- Editorial Team

Kamis, 5 Oktober 2023 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi senjata militer. Foto:Freepik.com

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, JAKARTA – Penggiat HAM melalui kuasa hukumnya, Feri
Amsari melaporkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada Komnas HAM awal
pekan ini. Dalam laporannya, tiga BUMN yang meliputi PT Pindad, PT PAL, dan PT
Dirgantara Indonesia diduga menyuplai senjata untuk junta Militer Myanmar. 

 

Adapun pihak yang melapor terdiri dari mantan Jaksa Agung RI Marzuki
Darusman bersama Myanmar Accountability Project dan Chin Za Uk Ling (organisasi
pegiat HAM dari Myanmar).  
Komnas
HAM membenarkan telah menerima laporan yang dilayangkan para penggiat HAM
tersebut. Laporan itu dikirim melalui surat elektronik pada Senin pekan ini.  

 

Komnas HAM telah menerima pengaduan
dari pengadu yang dikirimkan oleh kuasa hukumnya-Themis Indonesia, melalui
email pada Senin (2/10/2023). Hingga hari ini, Komnas HAM belum bertemu
langsung dengan pihak pengadu maupun perwakilannya,” kata Atnike Nova Sigiro dalam
keterangan resminya, Kamis (5/10/2023).

 

Dalam pengaduannya, para penggiat HAM
menuduh tiga BUMN yang merupakan produsen senjata telah memasok peralatan ke
Myanmar melalui perusahaan di Myanmar bernama True North.

 

Menurut mereka, dari perusahaan milik putra seorang
menteri di Myanmar itu sejumlah peralatan militer dibeli, di antaranya pistol,
senapan serbu, dan kendaraan tempur. Bahkan, transfer amunisi disebut terus
berlangsung setelah percobaan kudeta Pemerintah Myanmar.

 

Merujuk laporan PBB, para aktivis itu mengungkapkan
bahwa peristiwa di Myanmar sejak 1990-an yang dilakukan oleh militer termasuk
dugaan kejahatan Genosida terhadap etnis minoritas Rohingnya.

 

Dengan adanya indikasi pasokan senjata
secara ilegal oleh BUMN, maka Pemerintah Indonesia sangat mungkin berkontribusi
terhadap pelanggaran HAM berat yang terjadi di Myanmar. Termasuk keterlibatan dalam
kejahatan genosida terhadap etnis Rohingya
.

 

Berdasarkan hal-hal itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk
Reformasi Sektor Keamanan mendesak Komnas HAM melakukan investigasi dan
pemeriksaan serta mengajukan pengadilan HAM terhadap dugaan kuat keterlibatan
Pemerintah Indonesia dalam pelanggaran HAM berat di Myanamar. (**/ofi)

 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Madiun Kota Bongkar 3,1 Juta Rokok Ilegal dan Gagalkan Dugaan Aksi Balap Liar di Jiwan
Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan 1,1 Kg Sabu dari 30 Perkara Inkracht
Diduga Terjerat Skema Pinjaman Tak Transparan, Sejumlah Warga Magetan Terancam Kehilangan Aset
PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka
Jelang Operasi Ketupat, Satlantas Polres Madiun Gelar RAM Check di Terminal Bus Caruban
Bobol Toko, Komplotan Pencuri Beraksi di Madiun dan Magetan, Empat Pelaku Diamankan, Satu DPO 
Motor Raib di Penitipan, Pelaku Ternyata Remaja 15 Tahun
Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:43 WIB

BTPN Syariah Gandeng Unipma Madiun, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Omzet dan Akses Pasar 

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:05 WIB

Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pekerja Informal Jadi Fokus Utama, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Perlindungan Jamsostek di Madiun Raya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Paripurna Hari Jadi ke 108 Kota Madiun, DPRD Dorong Program yang Berdampak Langsung bagi Rakyat 

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:40 WIB

Syukuri 12 Tahun Perjalanan, Aston Madiun Berbagi Sembako dan Santuni Panti Asuhan Lewat CSR “Gempita Rahayu”

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Berita Terbaru