![]() |
| Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Pori saat sosialisasi pencegahan rasuah di Sulsel. Foto: Divhumas Polri |
NEUMEDIA.ID – Satgassus Pencegahan
Korupsi Mabes Polri turun gunung ke Sulawesi Selatan. Tim itu berupaya mencegah
praktik rasuah di sektor pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut. Serangkaian
kegiatan telah dilangsungkan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat 11 Agustus
2023 kemarin.
Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi
Mabes Polri Yudi Purnowo Harahap mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur
merupakan salah satu sektor yang rawan dikorupsi. Hal ini juga berkaitan dengan
keberhasilan pembangunan dan perekonomian daerah.
“Satgassus fokus pada pencegahan
korupsi di infrastruktur karena merupakan proyek strategis dan kunci suksesnya
pembangunan dan berjalannya roda perekonomian di daerah,” kata Yudi dalam
keterangannya yang dikutip Neumedia.id,
Senin, 14 Agustus 2023.
Menurut dia, upaya pencegahan korupsi
sektor pembangunan infrastruktur itu merupakan perintah dari Kapolri Jenderal
Listyo Sigit Prabowo. Ini demi mendukung program pemerintah dan daerah agar
dana proyek tidak disalahgunakan.
Agar tujuan kegiatan mencapai sasaran,
maka kegiatan oleh Satgassus Pencegahan Korupsi melibatkan berbagai elemen.
Adapun kegiatannya dibagi menjadi tiga sesi dan lokasi berbeda. Pertama, terdiri
dari pemerintah daerah, kontraktor, mahasiswa, jurnalis selaku pengawas
pembangunan.
Kemudian, para pelaku bisnis yang
meliputi, KADIN, INKINDO, REI Sulsel, Gapensi, dan Biro UKOBJ Sulsel. Kepada
pelaku usaha itu, Novel Baswedan, Wakasatgassus Pencegahan Korupsi Polri
menyatakan agar pengusaha tidak terlibat dalam korupsi dan penyelewengan proyek
pembangunan infrastruktur.
Pada
sesi terakhir, peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi hukum,
jurnalis, dan NGO. Mereka mendengarkan paparan dari Wakasatgassus Pencegahan
Polri, Guru Besar Hukum Pidana Unhas, Ketua LBH Makassar, Ketua AJI Makassar,
dan lainnya.
Pada
kesempatan itu, Novel Baswedan mengajak para peserta untuk menjadi pengawas
aktif dalam proyek pembangunan di wilayah mereka guna mencegah praktik korupsi.
Kegiatan
ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat dalam
mencegah korupsi dalam pembangunan infrastruktur. Dengan upaya kolaboratif ini,
diharapkan pembangunan yang berkelanjutan dapat tercapai dengan lebih baik di Sulawesi
Selatan.(*/ofi)







