Catat 106 Tindak Kekerasan Terkait Konflik Agraria, Ini 8 Rekomendasi YLBHI

- Editorial Team

Senin, 25 September 2023 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi konflik agraria.Foto:LPM Arena

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, JAKARTA – Yayasan Lembaga
Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat sebanyak 106 tindak kekerasan mengiringi
konflik agraria, proyek strategis nasional (PSN), dan pengelolaan sumber daya
alam (SDA).   

 

Jumlah kejadian itu berdasarkan
penanganan kasus oleh 18 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selama tujuh tahun
terakhir, sejak 2017-2023. Adapun luas wilayah yang berkonflik sekitar 800 ribu
hektare dan lebih dari 1 juta rakyat dari beberapa daerah se-Indonesia menjadi
korban.

 

Dari sejumlah konflik itu didominasi sektor perkebunan dengan 42
kasus. Kemudian, diikuti sektor pertambangan dengan 37 kasus. Lantas, diikuti
dengan konflik PSN dengan 35 kasus.

 

Penyebab utama dari sederet konflik
itu adalah
warisan ketimpangan penguasaan lahan yang tidak pernah
terselesaikan. Dalam hal ini melibatkan dua aktor yang kuat, yakni negara
melalui perkebunan PTPN dan swasta memiliki hak guna usaha (HGU) skala luas.

 

“Sementara itu, sektor PSN yang baru
muncul tujuh tahun terakhir menempati posisi ketiga karena negara beserta
kekuatan represif tampil sebagai pemain utama dalam konflik,” tulis YLBHI dalam
keterangannya yang dikutip Neumedia.id, Senin (25/9/2023).

 

Adapun subyek pelaku dari permasalahan
tersebut meliputi perusahaan swasta ada 100 konflik, pemerintah daerah terlibat
dalam 74 konflik, dan Polri terlibat dalam 50 konflik.

 

Tingginya keterlibatan perusahaan
swasta disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain warisan penguasaan HGU yang
masih didominasi oleh swasta ditambah dengan pemberian HGU baru khususnya
perkebunan sawit.

 

Kemudian, meningkatnya industri
ekstraktif karena kemudahan perizinan, kelindan kepentingan bisnis tambang dan
politik, dan korupsi perizinan. Juga, keterlibatan perusahaan swasta sebagai
penunggang gelap PSN.

 

Sedangkan, Pemerintah Daerah dan Polri
berada pada posisi paling depan menghadapi konflik yang selalu menggunakan
pendekatan keamanan dan kekerasan dan pengelolaan SDA.

 

Berdasarkan
situasi tersebut maka pada Hari Tani Nasional 24 September 2023, YLBHI dan 18
LBH mendesak Pemerintah dan DPR serta Kementerian dan Lembaga terkait untuk membatalkan
semua PSN yang merugikan rakyat, memicu praktik kekerasan dan pelanggaran HAM
oleh negara melalui aparaturnya  kepada rakyat di berbagai wilayah.

 

“Menghentikan
perampasan tanah rakyat atas nama Hak Pengelolaan dan klaim tanah negara. Menghentikan
penggunaan pendekatan keamanan dan kekerasan dalam penyelesaian konflik SDA dan
PSN,” ujar YLBHI.

 

“Menarik
seluruh aparat keamanan dari wilayah konflik agraria dan PSN. Mencabut UU Cipta
Kerja beserta turunannya sebagai pemicu meningkatnya praktik perampasan tanah
dan kekerasan negara terhadap rakyat,”. (ofi)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka
Jelang Operasi Ketupat, Satlantas Polres Madiun Gelar RAM Check di Terminal Bus Caruban
Bobol Toko, Komplotan Pencuri Beraksi di Madiun dan Magetan, Empat Pelaku Diamankan, Satu DPO 
Motor Raib di Penitipan, Pelaku Ternyata Remaja 15 Tahun
Berawal dari Aduan “Lapor Pak Purbaya”, Bea Cukai Madiun Kembali Bongkar Kasus Rokok Ilegal Bernilai Puluhan Juta 
Polres Madiun Ungkap Kasus Curat Alfamart dan Pencurian Burung 
Berawal Utang Piutang hingga Tanah Beralih Nama, Sengketa Keluarga di Magetan Bergulir ke Pengadilan
Bea Cukai Madiun Gerebek Penjual Rokok Ilegal di Wilayah Jiwan, 12 Ribu Batang Tanpa Cukai Disita 

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:02 WIB

DPRD Kota Madiun Dorong Tiga Raperda Inisiatif: Lindungi Tenaga Pendidik, Atur Banpol, Perkuat Trantibum

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:35 WIB

MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:41 WIB

Warga Nambangan Lor Pertanyakan Perizinan Gedung 8 Lantai RSI, DPRD Siap Panggil Manajemen

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:11 WIB

Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur

Senin, 16 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Jadi Berkah, Pedagang Bunga di Pasar Sleko Kebanjiran Order

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Plt Wali Kota Madiun Enggan Berkomentar Soal Kelanjutan Alih Fungsi TPA Winongo

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:11 WIB

Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB

Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun

Berita Terbaru