Warga Nambangan Lor Pertanyakan Perizinan Gedung 8 Lantai RSI, DPRD Siap Panggil Manajemen

- Editorial Team

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung RSI Aisyiyah Kota Madiun.

Gedung RSI Aisyiyah Kota Madiun.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Rencana pembangunan gedung delapan lantai milik RSI Aisyiyah Kota Madiun menuai protes warga RT 59, Kelurahan Nambangan Lor. Dalam audiensi bersama DPRD Kota Madiun, Rabu (18/2/2025), warga mempertanyakan proses perizinan hingga dugaan minimnya pelibatan masyarakat terdampak.

Ketua RT 59, Kushendrawan, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap pola komunikasi pihak rumah sakit. Ia bahkan menyebut dalam sejumlah pertemuan sebelumnya, manajemen RSI menyatakan keputusan strategis berada di bawah kewenangan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Madiun (PDM).

“Setiap pertemuan, direktur dan perwakilan RSI menyampaikan bahwa keputusan ada di PDM. Jadi RSI hanya boneka. Semua tergantung Ketua PDM Kota Madiun,” ujarnya dalam forum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kushendrawan, warga tidak pernah dilibatkan secara utuh dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), maupun terbitnya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL). Ia menyebut sosialisasi sempat dilakukan, namun tidak berlanjut hingga tahapan persetujuan warga.

“AMDAL dari mana? SKKL muncul, PBG muncul. Warga kami tidak pernah dilibatkan tanda tangan. Dinas PU belum pernah hadir, Perkim juga tidak ada. Tiba-tiba semua sudah terbit,” katanya.

Ia menegaskan, keberatan warga bukan semata soal administratif, melainkan potensi dampak jangka panjang terhadap lingkungan permukiman. RT 59, lanjut dia, selama ini dikenal sebagai kawasan percontohan lingkungan dan kerap menerima kunjungan studi banding.

“Tempat kami ini sering jadi percontohan. Jangan sampai rusak karena pembangunan masif tanpa komunikasi yang jelas,” tegasnya.

Warga juga mengaku telah mengirimkan surat keberatan kepada Kapolres, Wali Kota, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dari sejumlah instansi tersebut, baru DLH yang memberikan respons dengan menunjukkan adanya rekomendasi SKKL dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Selain menuntut keterbukaan proses izin, warga meminta adanya komitmen konkret apabila pembangunan tetap berjalan.

“Kalau delapan lantai itu berdiri, masyarakat sekitar juga harus merasakan manfaatnya. Jangan hanya menerima dampaknya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, Nur Salim, mengakui adanya persoalan komunikasi antara manajemen RSI dan warga terdampak. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dengan memanggil manajemen rumah sakit serta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

“Pada prinsipnya warga mempertanyakan proses perizinan dan dampaknya. Ini akan kami tindak lanjuti. Kami akan memanggil pihak RSI dan berkoordinasi dengan OPD terkait,” katanya.

Hingga audiensi berakhir, belum ada keterangan resmi dari pihak RSI terkait tudingan warga. DPRD memastikan proses klarifikasi akan segera dilakukan guna memastikan seluruh tahapan perizinan dan aspek lingkungan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini
ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’
Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD
Serah Terima 270 Taruna Taruni Baru, Wali Murid Ungkap Alasan Percayakan Pendidikan Putra-Putrinya ke SMAN 3 Taruna Angkasa
DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bahana Bersahaja di Teguhan, Pemkab Madiun Bedah Lima Rumah dan Bangun Drainase

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Sukses Tugas Upacara HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Paskibraka Kabupaten Madiun Diapresiasi Bupati 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Berantas Rokok Ilegal, Petugas Gabungan Sisir Toko hingga Warung di Sirapan dan Dimong

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Kejari Kabupaten Madiun Raih Penghargaan atas Sinergi Optimalisasi Pajak Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Kontingen Pramuka Kabupaten Madiun Bertolak ke Jamnas XII 2026, Bupati Tantang Cari 10 Sahabat dari Luar Daerah 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun

Berita Terbaru