Inda Raya Tegaskan DADI JUARA Bukan “Calon Boneka”

- Editorial Team

Jumat, 11 Oktober 2024 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Calon Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, dengan tegas menanggapi tuduhan bahwa ia dan pasangannya, Aldi Dwi Prastianto (DADI), adalah “calon boneka” yang hanya bertujuan untuk memecah suara dalam Pilkada Kota Madiun 2024. Isu tersebut muncul menjelang kontestasi politik di Kota Pendekar.

Dalam pertemuan dengan komunitas pasar dan tokoh masyarakat pada Selasa (8/10/2024), Inda menegaskan bahwa pencalonannya didorong oleh visi yang jelas: untuk memenangkan hati masyarakat dan membawa perubahan positif bagi Kota Madiun.

“Jika ada yang menganggap kami sebagai paslon boneka, itu sama sekali tidak benar. Kami maju dengan semangat yang kuat untuk memenangkan kontestasi ini, bukan untuk mempengaruhi suara paslon lain,” ungkap Inda dengan tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara tersebut dihadiri berbagai komunitas, termasuk Paguyuban Pasar Kotak dan Paguyuban Pasar Burung Srijaya.

Inda juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait beberapa janji yang belum terwujud selama masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Madiun.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan kewenangan yang dimiliki saat itu menjadi salah satu penyebabnya.

“Saya mohon maaf jika selama lima tahun terakhir belum dapat memenuhi harapan masyarakat sesuai janji yang kami buat,” kata Inda.

Ia menambahkan bahwa dengan menjadi wali kota, ia berkomitmen untuk lebih aktif merealisasikan janji-janji tersebut.

Inda juga menjelaskan bahwa keputusan untuk maju dalam Pilkada ini mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang memungkinkan partai dengan lebih dari 10% suara maju tanpa koalisi.

Selain menanggapi isu “calon boneka”, Inda dan Aldi mempresentasikan program unggulan mereka, seperti insentif untuk RT/RW, pendidikan gratis di sekolah swasta, dan pinjaman modal usaha tanpa jaminan. Program-program ini dirancang berdasarkan aspirasi masyarakat dan kapasitas anggaran daerah.

“Kami yakin bahwa semua kebijakan yang diterapkan di Kota Madiun harus berasal dari kebutuhan dan keinginan masyarakat,” jelasnya.

Dengan sikap tegas dan program-program yang jelas, Inda berharap dapat meraih kepercayaan masyarakat Madiun dan mewujudkan perubahan nyata bagi Kota Madiun. (*/ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Muscab PKB Madiun: Regenerasi Mengalir, Empat Nama Disiapkan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Muhtarom
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi
Reses di Mojopurno, Ketua Fraksi PKS Kawal Usulan Pembangunan Pasar Desa 
Fery Sudarsono Kembali Nahkodai PDI Perjuangan Kabupaten Madiun
Sutardi Nahkodai DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Periode 2025–2030
DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Ajukan Proses PAW Untuk Isi Kekosongan Kursi Fraksi
Bawaslu Magetan Siap Awasi Pemungutan Suara Ulang di 4 TPS
Soal Pelaksanaan PSU Pilkada Magetan, KPU Jatim Tunggu Arahan KPU RI

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Peringati Hardiknas, Pemkab Madiun Perkuat Komitmen Pendidikan, Bidik Wajib Belajar 13 Tahun

Rabu, 29 April 2026 - 09:24 WIB

Sigit Budiarto Resmi Dilantik Jadi Sekda Madiun, Bupati Tekankan Percepatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

Selasa, 28 April 2026 - 23:18 WIB

Guyub Rukun Kampung Pesilat, Fondasi Kuat Membangun Kabupaten Madiun

Kamis, 23 April 2026 - 12:41 WIB

Jaga Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Kekeringan, Pemkab Madiun Gencarkan Gerakan Percepatan Tanam

Rabu, 22 April 2026 - 14:21 WIB

Eks Karyawan Mengadu, Ijazah Tak Kunjung Kembali; Perusahaan Sebut Hanya “Komitmen” Kerja

Rabu, 22 April 2026 - 13:46 WIB

Dugaan Penahanan Ijazah Disorot, Pemkab Madiun Siapkan Sanksi Tegas untuk Perusahaan

Rabu, 22 April 2026 - 12:43 WIB

Ketua SBMR : Jika Terbukti Tahan Ijazah Eks Karyawan, CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jerat Pidana

Selasa, 21 April 2026 - 18:50 WIB

Perusahaan di Madiun Diduga Tahan Ijazah Puluhan Eks Karyawan 

Berita Terbaru