MADIUN, NEUMEDIA.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun berlangsung dalam suasana yang lebih cair, menandai fase regenerasi setelah lebih dari dua dekade kepemimpinan H. Muhtarom.
Sebagai salah satu figur yang ikut membesarkan PKB sejak awal berdiri, Muhtarom menyampaikan harapannya agar proses pergantian kepemimpinan tetap berjalan selaras dengan arah perjuangan partai. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan, sembari tetap membuka ruang bagi gagasan baru.
“Yang sudah berjalan baik tentu perlu diteruskan, sambil kita perkuat dengan langkah-langkah yang lebih matang ke depan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, regenerasi adalah bagian alami dari dinamika organisasi. Karena itu, proses ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya segar, tetapi juga tetap menjaga kepercayaan publik yang telah dibangun selama ini.
Dalam forum Muscab, empat nama disepakati sebagai bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, yakni dr. Purnomo Hadi, Wahyu Widayat, Djoko Setijono, dan Slamet Rijadi. Keempatnya akan mengikuti tahapan lanjutan di tingkat pusat.
Ketua sidang Muscab, Rivqi Abdul Halim, menjelaskan bahwa para kandidat akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Proses tersebut meliputi psikotes serta pendalaman visi, misi, dan rencana kerja ke depan.
“Seluruh tahapan akan dilaksanakan di DPP, dan hasilnya nanti diumumkan secara nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, mekanisme penjaringan telah dilakukan melalui proses internal yang terukur bersama DPP dan DPW, serta diterima dengan baik oleh seluruh peserta Muscab.
Rencananya, pelantikan pengurus DPC PKB akan digelar pada 23 Juli 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi kepemimpinan baru dalam melanjutkan kerja-kerja politik ke depan.
DPP pun menitipkan harapan agar capaian yang telah diraih sebelumnya, termasuk perolehan 13 kursi legislatif, dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. (*/ant/red)






