| Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Foto:instagram.com/@prabowo
|
NEUMEDIA.ID – Ketua
Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku
dirinya masih ‘dipingit’ ihwal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia menyatakan
dilarang berbicara kepada publik tentang Pilpres dan tetek-bengek-nya, termasuk bakal calon wakil presiden (bacawapres).
Namun demikian, Muhaimin telah
melakukan pertemuan tertutup bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo
Subianto di Jakarta, Minggu kemarin, 9 Juli 2023. Meski tertutup, foto dari
pertemuan dua pemimpin partai politik yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan
Indonesia Raya (KIR) itu diunggah di akun media sosial masing-masing.
Dalam akun instagram pribadinya, Prabowo
menyatakan bahwa pertemuan dengan Cak Imin hanya untuk silaturahmi. Apalagi, Muhaimin
baru saja pulang dari ibadah haji. “Insya Allah menjadi Haji Mabrur,” tulis
Prabowo di akun @prabowo dikutip neumedia.id,
Senin, 10 Juli 2023.
“Alhamdulillah
beliau kembali ke tanah air dengan keadaan sehat dan semakin semangat untuk
berjuang membangun Indonesia tercinta. Terima kasih Gus atas jamuan makan siangnya dan berkah juga bisa
merasakan air zamzam hari ini,” tulis pria yang juga menjabat sebagai Menteri
Pertahanan ini.
Sementara, Muhaimin dalam akun
instagram pribadinya @cakiminow mengucapkan terima kasih atas kedatangan
Prabowo ke rumahnya. “Tiga jam ngobrol strategis dan bercanda serius,
insyaalloh berguna buat masa depan bangsa,” tulis @cakiminow.
Sementara, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco
Ahmad menyatakan bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Cak Imin itu
membahas soal simulasi pasangan bacapres dan bacawapres 2024.
Meski
demikian, belum ada pasangan calon yang ditetapkan oleh kedua pimpinan partai
yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) itu. “Yang
paling menarik kan tentang
simulasi-simulasi dan itu yang kemudian dibicarakan (Prabowo dengan Cak Imin) selama
tiga jam,” ujar Dasco kepada wartawan di Jakarta. (**/ofi)






