| Ganjar Pranowo. Foto:instagram.com/ganjar_pranowo |
NEUMEDIA.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan diskusi
Rakernas Apeksi 2023 di Makassar, Sulawesi Selatan untuk menjelaskan pembangunan
Bendungan Bener di Wadas, Purworejo, Kamis kemarin, 14 Juli 2023. Pembangunan
infrastruktur itu menjadi sorotan sejumlah pihak.
Dalam forum itu, Ganjar
menyatakan bahwa ganti rugi sebanyak Rp 11 miliar telah diserahkan kepada ketua
kelompok yang menolak pembangunan waduk itu.
“Hari ini saya masih di-bully. Akan tetapi, seluruh informasi
tak disampaikan dengan baik. Saya sampaikan bagaimana kasus Wadas? Ketua
kelompok penolaknya sudah terima dan mendapat untung Rp 11 miliar,” jelas
Ganjar.
Bacawapres dari PDIP ini
mengatakan bahwa kasus Wadas menjadi stempel hitam bagi dia dan jajarannya. “Itu jadi
stempel hitam. Saya bilang sama teman-teman semua (jajarannya), biasakan
menghadapi persoalan jangan lari dari persoalan,” ucapnya.
Di sisi lain, pembangunan
Bendungan di Desa Wadas menimbulkan problem lingkungan meski izin penetapan
lkasi (IPL)-nya telah rampung pada 7 Juni 2023. Gerakan Masyarakat Peduli Alam
Desa Wadas (Gempa Dewa) menyatakan bahwa aktivitas pembukaan jalan akses menuju
lokasi tambang masih berjalan.
“Hal ini menyebabkan beberapa
permasalahan,” cuit Gempa Dewa melalui akun Twitter-nya @Wadas_Melawan pada
Rabu, 12 Juli 2023 yang dikutip neumedia.id,
Jumat, 14 Juli 2023.
Beberapa permasalahan itu, dinyatakan
seperti curah hujan rendah dan tinggi menyebabkan banjir. Kemudian, akses masuk
terhalang banjir sehingga mengganggu aktivitas warga Wadas. Air bersih untuk
konsumsi terkena dampak.
Juga, perubahan rona lingkungan
terlihat jelas di lokasi jalan akses menuju lokasi tambang. Tidak adanya lagi
pohon yang selama ini menjadi sumber resapan air. (**/ofi)






