MADIUN, NEUMEDIA.ID – Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur mengikuti program student exchange ke Jepang, pada 17 hingga 24 November 2025. Selama delapan hari, mereka mengunjungi tiga universitas ternama di Tokyo untuk belajar langsung budaya, etos kerja, dan kedisiplinan masyarakat Jepang.
Peserta yang berangkat merupakan siswa pilihan, yaitu Mohammad Fofo Rahmad Sariadmaja (XI-7) asal Bali, Nayotama Javaskara Rahman (XI-7) asal Jogjakarta, dan Damar Alam Sujiwo (XI-1) asal Bekasi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengunjungi tiga kampus: University of Tokyo, Tokyo University of Technology, dan Daito Bunka University, ditambah satu SMA yang berada di bawah manajemen Daito Bunka.

Para Taruna tersebut juga diajak mengenal budaya Jepang melalui kunjungan ke berbagai lokasi sekitar Gunung Fuji serta mempelajari sejarah Negeri Sakura di Museum Nasional Tokyo.
“Kami mendapat banyak informasi baru tentang budaya, kebiasaan, dan cara hidup masyarakat Jepang. Yang paling berkesan adalah kedisiplinan mereka. Meski jalan kosong, kalau lampu merah tetap berhenti,” ujar Damar, Rabu (3/12/2025).
Program ini diikuti oleh siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk lolos, peserta harus melalui seleksi screening, wawancara, tes dasar, hingga pembekalan bahasa Jepang.
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa tersebut juga mempelajari nilai penting di Jepang seperti kebersihan, kedisiplinan, cara menghormati orang yang lebih tua, hingga kemandirian sejak dini.
“Sejak TK mereka sudah dibiasakan membersihkan kelas sendiri. Sikap hormat sangat dijaga—semakin tua orang yang disapa, semakin dalam mereka membungkuk,” kata Nayo.
Di SD, anak-anak juga sudah diajarkan mandiri. Saat istirahat, guru yang mengawasi, bukan orang tua, agar siswa tidak terbiasa bergantung pada keluarga.
Kunjungan ke universitas membuat mereka semakin tertarik melanjutkan pendidikan di Jepang. Mereka bahkan bertemu mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi S2 di University of Tokyo sehingga menambah motivasi mereka.
“Fasilitas dan cara pembelajarannya di University of Tokyo jauh lebih maju. Itu membuat kami semakin ingin belajar di sana,” ungkap Fofo.
Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa, Agus Supriyono, menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk cara pandang global bagi siswa tanpa meninggalkan nilai-nilai Indonesia.
“Kami ingin anak-anak think global, act local. Mereka harus mengenal keberagaman budaya dunia, tapi tetap menjaga adab dan karakter Indonesia,” ujarnya.
Sekolah juga memiliki program world classroom Japan, di mana siswa rutin berinteraksi secara daring dengan pelajar Jepang dua kali sebulan. Selain Jepang, sekolah juga aktif mengikuti program internasional seperti kegiatan SDGs di Singapura dan Malaysia.
Agus berharap program ini membuka wawasan siswa bahwa kuliah tidak harus di Indonesia. “Tahun lalu ada siswa kami diterima di empat universitas luar negeri melalui beasiswa. Ke depan kami ingin semakin banyak siswa yang berani bersaing di tingkat global,” katanya.
Agus menambahkan, Januari 2026 anak didiknya juga akan mengikuti ajang international Model United Nation (MUN) yang membahas isu-isu global atau Sustainable Development Goals (SDGs). “Jadi SMAN 3 Taruna Angkasa tidak hanya mencetak prestasi tingkat nasional tapi juga international,” pungkas Kepala SMAN Taruna Angkasa, Agus Supriyono. (ant/red)






