MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggulirkan program Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bahana Bersahaja). Kali ini, kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Desa Bodag, Kecamatan Kare, pada 12-13 Mei 2026.
Dihadiri langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Sekda Sigit Budiarto, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat hingga seluruh kepala desa se-Kecamatan Kare.
Tak sekadar seremoni, Bahana Bersahaja menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Berbagai layanan publik dibuka langsung di lokasi, mulai layanan administrasi kependudukan, kesehatan, ketenagakerjaan, perpajakan, perbankan hingga bazar bahan pangan murah.

Selain itu, kegiatan juga diisi kerja bakti pengaspalan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, dipilihnya Desa Bodag sebagai lokasi Bahana Bersahaja bukan tanpa alasan. Desa di lereng pegunungan tersebut dinilai memiliki potensi besar sekaligus semangat gotong royong yang kuat.
“Alhamdulillah, Desa Bodag berhasil meraih juara Lomba Desa tingkat Kabupaten dan insyaallah akan kami ajukan ke tingkat provinsi,” ujar Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.
Menurutnya, Bodag memiliki potensi perkebunan dan pertanian yang menjanjikan, mulai cokelat, durian, petai hingga cengkeh. Bahkan, desa tersebut kini telah memiliki Rumah Cokelat sebagai pusat pengembangan produk lokal masyarakat.

Hariwur menilai, selama ini hasil kakao masyarakat masih banyak dikirim ke luar daerah sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati warga setempat. “Harapan kami hasil cokelat ini nantinya bisa diolah sendiri di Bodag, tidak lagi dikirim ke luar daerah. Kalau diolah sendiri tentu nilai ekonominya jauh lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Rumah Cokelat tidak berhenti pada satu titik saja, namun berkembang menjadi pusat ekonomi baru di beberapa lokasi lain di Desa Bodag. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong dukungan infrastruktur penunjang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Madiun bersama masyarakat juga melaksanakan kerja bakti pembangunan jalan tembus Bodag-Dagangan. Jalur itu dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga.
“Dengan akses jalan yang semakin baik, distribusi pupuk, bahan baku maupun hasil panen masyarakat akan lebih mudah. Dampaknya tentu pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Bupati juga mengajak masyarakat tetap menjaga semangat guyub rukun dan kolaborasi dalam membangun desa. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama-sama dan terbuka untuk berkembang. Saya berharap masyarakat Bodag tetap semangat, guyub rukun dan tetap melestarikan budaya gotong royong demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (ant/red/adv)






