Nikuba Akan Digunakan Sebagai Operasional TNI, Jika ……..

- Editorial Team

Selasa, 18 Juli 2023 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Uji coba Nikuba pada sepeda motor personel Kodam III/Siliwangi. instagram.com/aryantomisel

NEUMEDIA.ID – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono merasa tertarik
dengan inovasi dari Aryanto Misel, warga Lemahabang Wetan, Kabupaten Cirebon,
Jawa Barat. Maka, ia telah memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi kediaman
Aryanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan anggota TNI ke rumah Aryanto
untuk menanyakan tentang model kerjasama yang mungkin dapat dijalankan kedua
belah pihak. Ini untuk mengembangkan termuan Aryanto, yakni Nikuba (niku banyu), yakni alat yang diklaim
dapat mengubah air menjadi bahan bakar hidrogen untuk sepeda motor.

Juga, rompi antipeluru dari bahan
serabut kelapa yang sempat dibuat Aryanto. Rompi antipeluru disebut pernah
dijual ke Jepang. Jika nantinya produk dari Aryanto mampu memenuhi kebutuhan
TNI, maka sangat dimungkinkan kerjasama akan diteken.

“Mampu nggak (memenuhi kebutuhan TNI), jika kira-kira bisa akan dipakai
(TNI). Tentunya, akan ada uji di Dislitbang (Dinas Penelitian dan Pengembangan),”
ujar Yudo dikutip Neumedia.id, Selasa, 18 Juli 2023.

Uji produk di Dislitbang TNI
merupakan salah satu syarat masuknya suatu alat sebelum digunakan sebagai
operasional tentara. “Semua alat yang masuk ke TNI harus melewati uji Litbang,”
ujar Panglima TNI asal Kabupaten Madiun ini.

Sementara itu, Nikuba telah
digunakan di 50 sepeda motor operasional personel Kodam III Siliwangi.
Kemudian, Aryanto dikabarkan menawarkan Nikuba ke pabrikan otomotif di Italia.
Untuk tindaklanjutnya, pihak perusahaan dari Italia disebut bakal datang ke
kediaman Aryanto di Cirebon pada Agustus mendatang.

Langkah Aryanto menawarkan Nikuba
ke luar negeri karena merasa kesal dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi
Nasional) lantaran tidak mendukung pengembangan alat temuannya. Hingga
akhirnya, pria yang dijuluki sebagai profesor tanpa gelar itu ogah menerima
bantuan dari pemerintah. (*/ofi)


 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Tahan Ijazah Disorot, DPRD Madiun Panggil Perusahaan 

Selasa, 28 April 2026 - 23:18 WIB

Guyub Rukun Kampung Pesilat, Fondasi Kuat Membangun Kabupaten Madiun

Kamis, 23 April 2026 - 12:41 WIB

Jaga Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Kekeringan, Pemkab Madiun Gencarkan Gerakan Percepatan Tanam

Rabu, 22 April 2026 - 14:21 WIB

Eks Karyawan Mengadu, Ijazah Tak Kunjung Kembali; Perusahaan Sebut Hanya “Komitmen” Kerja

Rabu, 22 April 2026 - 13:46 WIB

Dugaan Penahanan Ijazah Disorot, Pemkab Madiun Siapkan Sanksi Tegas untuk Perusahaan

Rabu, 22 April 2026 - 12:43 WIB

Ketua SBMR : Jika Terbukti Tahan Ijazah Eks Karyawan, CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jerat Pidana

Selasa, 21 April 2026 - 18:50 WIB

Perusahaan di Madiun Diduga Tahan Ijazah Puluhan Eks Karyawan 

Selasa, 21 April 2026 - 18:39 WIB

Hilirisasi Melon Digenjot, Pemkab Madiun Bidik Nilai Tambah dan Peluang Usaha Baru

Berita Terbaru