![]() |
| Uji coba Nikuba pada sepeda motor personel Kodam III/Siliwangi. instagram.com/aryantomisel |
NEUMEDIA.ID – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono merasa tertarik
dengan inovasi dari Aryanto Misel, warga Lemahabang Wetan, Kabupaten Cirebon,
Jawa Barat. Maka, ia telah memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi kediaman
Aryanto.
Kedatangan anggota TNI ke rumah Aryanto
untuk menanyakan tentang model kerjasama yang mungkin dapat dijalankan kedua
belah pihak. Ini untuk mengembangkan termuan Aryanto, yakni Nikuba (niku banyu), yakni alat yang diklaim
dapat mengubah air menjadi bahan bakar hidrogen untuk sepeda motor.
Juga, rompi antipeluru dari bahan
serabut kelapa yang sempat dibuat Aryanto. Rompi antipeluru disebut pernah
dijual ke Jepang. Jika nantinya produk dari Aryanto mampu memenuhi kebutuhan
TNI, maka sangat dimungkinkan kerjasama akan diteken.
“Mampu nggak (memenuhi kebutuhan TNI), jika kira-kira bisa akan dipakai
(TNI). Tentunya, akan ada uji di Dislitbang (Dinas Penelitian dan Pengembangan),”
ujar Yudo dikutip Neumedia.id, Selasa, 18 Juli 2023.
Uji produk di Dislitbang TNI
merupakan salah satu syarat masuknya suatu alat sebelum digunakan sebagai
operasional tentara. “Semua alat yang masuk ke TNI harus melewati uji Litbang,”
ujar Panglima TNI asal Kabupaten Madiun ini.
Sementara itu, Nikuba telah
digunakan di 50 sepeda motor operasional personel Kodam III Siliwangi.
Kemudian, Aryanto dikabarkan menawarkan Nikuba ke pabrikan otomotif di Italia.
Untuk tindaklanjutnya, pihak perusahaan dari Italia disebut bakal datang ke
kediaman Aryanto di Cirebon pada Agustus mendatang.
Langkah Aryanto menawarkan Nikuba
ke luar negeri karena merasa kesal dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi
Nasional) lantaran tidak mendukung pengembangan alat temuannya. Hingga
akhirnya, pria yang dijuluki sebagai profesor tanpa gelar itu ogah menerima
bantuan dari pemerintah. (*/ofi)
Diolah dari berbagai sumber







