Elit Politik dan Menteri Saling Serang Soal Hilirisasi Nikel, JATAM Sebut Abaikan Derita Rakyat

- Editorial Team

Senin, 29 Januari 2024 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas di smelter nikel terhenti. Foto:Kemenesdm

Aktivitas di smelter nikel terhenti. Foto:Kemenesdm

JAKARTA, NEUMEDIA.ID – Hilirisasi nikel dan kendaraan listrik menjadi salah isu santer dibicarakan saat masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden – Wakil Presiden 2024.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa harga nikel dunia mengalami kenaikan.

Kini, nilainya menyentuh Rp15 ribu. Nominal itu lebih bagus dari periode 2014-2019 yang hanya Rp12 ribu. Hal itu menjadi salah satu poin yang disampaikan kedua menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ‘menyerang balik’ pernyataan co-captain Timnas AMIN Thomas Lembong soal hilirisasi nikel dan kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdebatan itu mengundang reaksi dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).  Dalam keterangannya, pernyataan Tom dan “serangan balik” Luhut dan Bahlil soal hilirisasi nikel itu menggambarkan tabiat elit politik dan pengurus negara yang lebih sibuk bicara soal kepentingan industri, dari pada rakyatnya sendiri.

“Baik Tom maupun Luhut dan Bahlik sama-sama abai dengan realitas praktik hilirisasi nikel yang justru memiskinkan warga dan menguntungkan pelaku industri” ujar Melky Nahar, Koordinator JATAM dikutip Neumedia.id dari keterangan tertulisnya, Senin (29/1/2024).

Menurutnya, hilirisasi tersebut telah memicu perluasan pembongkaran nikel. Dampaknya, ruang produksi warga, pencemaran sumber air, dan perairan laut, perusakan kawasan hutan telah terjadi.

Akibat lainnya yaitu, kesehatan warga yang terganggu, kekerasan dan kriminalisasi hingga kecelakaan kerja yang berujung pada kematian.

Situasi itu terjadi di hampir seluruh kawasan industri, mulai dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali. Kemudian, PT Gunbuster Nickel Industry di Morowali Utara, Virtue Dragon Nickel Industry di Konawe.

Kemudian, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, hingga Kawasan Industri di Pulau Obi yang dikendalikan Harita Group.

“Pengabaian atas realitas pelik itu dan saling “serang” antarelit politik yang sedang mempertahankan dan merebut kekuasaan pada Pemilu 2024, tampak bukan semata-mata membongkar borok proyek hilirisasi andalan Presiden Jokowi yang ugal-ugalan,” jelas Melky.

“Tetapi juga bisa dibaca sebagai terganggunya kepentingan bisnis Bahlil dan Luhut, serta sejumlah pengusaha dan elit politik yang tersebar di tiga pasangan capres-cawapres Pemilu 2024,” lanjutnya. (*/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun
PAW, Agus Prayitno Gantikan Ali Masngudi Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun 
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif
Menilik Peluang Sejumlah Nama Kandidat Ketua DPRD Magetan dari PKB
Muscab PKB Madiun: Regenerasi Mengalir, Empat Nama Disiapkan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Muhtarom
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi
Reses di Mojopurno, Ketua Fraksi PKS Kawal Usulan Pembangunan Pasar Desa 

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WIB

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:30 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Berita Terbaru