![]() |
| Ilustrasi polusi udara. Foto:halodoc.com |
NEUMEDIA.ID – Polusi
udara yang kian memburuk tidak hanya terjadi di Jabodebek. Melansir situs IQAir
pada Rabu sore, 16 Agustus 2023, kualitas udara di Terentang, Kalimantan Barat justru
tercatat terburuk di Indonesia. Indeksnya mencapai 179.
Kemudian, disusul Tangerang Selatan,
Banten dengan indeks 173. Menempati posisi ketiga, Kota Tangerang, Banten
dengan indeks 157; Kabupaten Serang, Banten dengan indeks 153. Sedangkan Jakarta
menempati posisi kelima dengan indeks 151.
Pakar kesehatan lingkungan, Corie
Indria Prasasti menyatakan bahwa kualitas udara perlu menjadi perhatian seluruh
pihak di berbagai daerah. Tidak hanya di wilayah Jabodetabek yang kini tengah
banyak disorot.
Sebab, menurut dosen di Fakultas
Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga ini, udara bersih merupakan
komponen vital untuk mendukung keberlangsungan hidup manusia.
“Udara
bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi
pernapasan, asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK),” kata
Corie dikutip Neumedia.id dari
keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Agustus 2023.
Menurut
dia, udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung. Sebab, polutan
udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung,
dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Tak
hanya itu, ketersediaan udara bersih juga penting bagi tumbuh kembang anak. Mereka
masih berkategori rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernafasan
dan pertumbuhan mereka masih berkembang.
Corie lantas mengungkapkan tentang
dampak buruknya kualitas udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Bagi kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang
mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. Juga, NO2, Hidrokarbon,
CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan.
Selain
itu, memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung. Sedangkan bagi
lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global
dan perubahan iklim. Selain itu, udara buruk juga dapat merusak tanaman dan
mengganggu kelangsungan hidup hewan.
Juga, memicu proses erosi dan
degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif
pada ekosistem perairan. (**/ofi)
Diolah dari berbagai sumber







