Ini Kendala Penebusan Pupuk Bersubsidi Secara Online Versi PT Pupuk Indonesia

- Editorial Team

Senin, 8 April 2024 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas di gudang pupuk PT Pupuk Indonesia. Foto: Ist

Aktivitas di gudang pupuk PT Pupuk Indonesia. Foto: Ist

NGAWI, NEUMEDIA.ID –  PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerapkan digitalisasi penebusan pupuk menggunakan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Dengan aplikasi ini, petani bisa lebih mudah melakukan penebusan pupuk. Mereka yang telah terdaftar sebagai penerima jatah pupuk bersubesidi cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas di awal transaksi.

Baca Juga : Komisi IV DPR RI Dorong Pemulihan Alokasi Pupuk Bersubsidi yang Bekurang 50 Persen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penerapan aplikasi i-Pubers di Ngawi merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi bagi petani.

“Pupuk Indonesia telah mengimplementasikan penebusan secara digital dengan aplikasi i-Pubers di Kabupaten Ngawi,” ungkap GM Wilayah 2 Pupuk Indonesia Roh Eddy Andri W, Sabtu (7/4/2024).

Meski telah diluncurkan dan diterapkan, masih terdapat beberapa kendala dalam penggunaan aplikasi i-Pubers. Hal ini, seperti, perbedaan data pada KTP dengan data di aplikasi, petani yang sudah meninggal dunia, petani yang kehilangan KTP, petani yang pindah kios.

Baca Juga : Harga Pupuk Nonsubdisi Dikorting 40 Persen

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pupuk Indonesia telah menyiapkan beberapa solusi. Pertama, petani dapat membawa surat keterangan kepala desa/lurah, ahli waris dapat menunjukkan bukti surat keterangan meninggal dan surat keterangan ahli waris.

Selain itu, petani dapat melapor kepada Kantor Kepolisian Sektor setempat atau melakukan perubahan kios pengecer di aplikasi i-Pubers.

Aplikasi i-Pubers merupakan hasil kolaborasi Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan). Aplikasi ini memiliki beberapa manfaat, di antaranya mempermudah dan mempercepat proses penebusan pupuk.

Baca Juga : Harga Gabah Petani Turun, Tapi Beras Masih Melambung

Kemudian, meningkatkan akurasi dan akuntabilitas penyaluran pupuk bersubsidi dan memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Dalam hal ini, Pupuk Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani terkait penggunaan aplikasi i-Pubers.

“Kami berharap seluruh petani yang memiliki alokasi subsidi pupuk bisa merasakan kemudahan dalam proses penebusan di kios,” kata Roh Eddy. (fat/ofi)

Facebook Comments Box

Editor : Nofika D. Nugroho

Berita Terkait

Resmi Jadi Perseroda, Bank Madiun Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Transformasi Digital 
Tak Pernah Dapat Sosialisasi Hingga Keluhkan Rumah Retak, Warga Tutup Akses Proyek Pabrik Sepatu di Madiun
Hilang Lebih Sebulan, Ibu dan Anak 4 Tahun Diduga Dibunuh Suami Siri di Kota Madiun, Terduga Pelaku Ditangkap
Ingatkan Bahaya Penipuan dengan Iming-iming Kelulusan, Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Pegawai KAI Gratis 
Golkar Bidik Tambahan Kursi DPRD Madiun, Mulai Sasar Gen Z dan Milenial 
Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 31 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Madiun Raya
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:30 WIB

Mutasi Besar-besaran di Pemkab Madiun, Ratusan Pejabat Digeser 

Senin, 2 November 2026 - 10:48 WIB

Resmi Jadi Perseroda, Bank Madiun Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Transformasi Digital 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Gus Halim Lantik Pengurus PKB Madiun, Purnomo Hadi Ingatkan Kader Jangan Hanya Berburu Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

200 Juta Bibit Tanaman Disiapkan untuk Rehabilitasi Hutan Jawa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ramp Check di Terminal Purboyo, Polisi Temukan APAR Bus Perlu Diperbarui

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Temuan Rokok Ilegal Bakal Dilaporkan Real-Time, Operasional SIROLEG Disiapkan pada 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Polres Madiun Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Pemicu Kecelakaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Reses Yuyun Andri Purwitosari, Warga Usul PJU, Bantuan Peternakan hingga Atasi Hama Tikus

Berita Terbaru