![]() |
| Rakor Pengamanan Pilkades serentak di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, Senin, 28 Agustus 2023. Foto : Humres |
NEUMEDIA.ID,
MAGETAN – Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan mengatakan bahwa konflik
sosial saat pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak berpotensi meningkat.
Maka, kewaspadaan harus ditingkatkan saat menjelang, pelaksanaan, hingga
pascapilkades yang digelar 12 September 2023.
“Potensi yang harus diwaspadai adalah
mobilisasi massa, karena desa kecil dalam artian pasti banyak masuk pendukung
dari kubu “a” atau kubu “b” sehingga banyak provokasi,”
kata dia saat Rakor Pengamanan Pilkades serentak bersama unsur Forkopimda dan
lintas sektoral terkait di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, Senin, 28 Agustus
2023.
Untuk itu, peran serta Babinsa dan
Babinkantibmas sebagai ujung tombak di lapangan perlu ditingkatkan. Tujuannya, mengantisipasi
munculnya konflik sosial antar calon pendukung.
“Petugas berperan menetralisir
keadaan. Jangan ada lagi satu desa gara-gara Pilkades kemudian terpecah karena
beda pilihan hingga menimbulkan konflik,” ungkap Kapolres Magetan.
Untuk lebih menjamin keamanan selama
pelaksanaan Pilkades serentak, sebanyak 519 personil bakal diturunkan. Mereka
akan mengawal tahapan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa hingga
pergeseran alat penunjang.
“Kami juga di back-up dari Brimob Polda Jatim sejumlah 100 personil untuk
pengamanan apabila terdapat situasi yang tidak diinginkan,”
“Serta akan ada asistensi dari Biro
Ops Polda maupun dari jajaran Rayon Madiun yang akan mem-back-up dengan Siaga
On Call,”ujar Ridwan.
Sementara itu, Bupati Magetan
Suprawoto mengatakan bahwa parameter kesuksesan Pilkades serentak ada tiga hal
yang biasa disebut Tri Sukses. “Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan
sukses ekonomi. Pilkades diharap tak hanya sekadar menggugurkan kewajiban,”
ujar bupati. (*/ant/ofi)

.jpeg)





