![]() |
| Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Foto:Wikipedia |
NEUMEDIA.ID – Ketua
Umum PBNU Yahya Cholil Staquf merespon pencarian sosok bakal calon wakil
presiden (bacawapres) yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama oleh bacapres maupun partai politik pengusung.
Menurut dia, organisasi itu tidak pernah meminta apalagi merebut jabatan
politik.
NU, ia menegaskan selalu istiqomah
memperjuangkan kepentingan agama, bangsa, dan dunia. Ini tidak semata
kepentingan organisasi atau orang perorang di PBNU. Perjuangan itu sudah
dijalakan sejak awal NU berdiri.
“NU dari dulu tidak pernah minta. Dari
dulu kiai kita ndak pernah nyodor-nyodorkan untuk merebut jabatan,” ujar Gus
Yahya, sapaan akrab Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya yang dikutip Neumedia.id, Sabtu, 12 Agustus 2023.
Yahya mengklaim, sejak awal
kemerdekaan, NU tidak pernah mendahulukan kepentingan golongan atau keluarga.
Bahkan, ketika pergulatan persiapan kemerdekaan oleh PPKI dan BPUPKI tokoh NU
tidak didorong menjadi presiden.
Padahal, KH Wahid Hasyim (ayah Gus
Dur) putra Hadratusyekh KH Hasyim Asyari menjadi salah seorang tokoh utama
panitia 9. Kala itu, justru dengan tegas Hasyim menyatakan bahwa sosok yang
pantas menjadi pemimpin Indonesia adalah Soekarno.
Dari sikap itu, Gus Yahya menegaskan
NU senantiasa berpikir tentang hal terbaik bagi bangsa dan negara dibandingkan kepentingan
organisasi itu sendiri. Kita tidak peduli dari mana asalnya yang penting yang
terbaik untuk bangsa dan negara,” kata Yahya.
Sementara itu, sejumlah tokoh berlatar
belakang NU disebut-sebut tengah ‘dilirik’ tiga bakal calon presiden maupun
partai politik pengusungnya untuk menjadi bacawapres. Tokoh itu seperti Gus Yahya,
Yenny Wahid, Muhaimin Iskandar, dan Khofifah Indar Parawansa. (*/ofi)







