Masuk Masa Puncak Kemarau, Debit Air Bersih di Kabupaten Madiun Berkurang

- Editorial Team

Kamis, 3 Agustus 2023 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Distribusi air bersih di Desa Batok,Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun oleh personel Polres Madiun. Foto:Humres Madiun


ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID,
MADIUN
– Masa puncak anomali cuaca atau kemarau dampak dari El Nino yang
diprediksi BMKG berlangsung Agustus hingga September mulai berdampak di Kabupaten
Madiun, Jawa Timur. Salah satunya di wilayah Desa Batok, Kecamatan Gemarang
yang secara topografi berada di lereng Gunung Wilis.


Di sana, debit air bersih untuk
konsumsi, mandi maupun kebutuhan yang lain sudah berkurang. Untuk
mendapatkannya membutuhkan perjuangan tersendiri, seperti harus rela mengambil
ke rumah tetangga.


Dengan kondisi itu, personel Polres
Madiun mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke desa setempat, Kamis, 3
Agustus 2023. Sebanyak 20 truk tangki yang masing-masing berkapasitas 5.000
liter air bersih diterjunkan. Langkah ini untuk membantu warga dalam memenuhi
kebutuhan air bersih.


Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo
mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Maka,
bantuan sengaja dikirim kepada warga yang tinggal di daerah yang mengalami
penurunan debit air bersih.


Tidak hanya di Desa Batok, pihaknya akan
mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. Untuk
mengetahui tingkat kebutuhan warga, para Bhabinkamtibmas telah diperintah untuk
memantau di tempat tugas masing-masing.


“Jika dirasa di daerahnya membutuhkan
air bersih untuk segera melaporkan hal tersebut,” ujar Anton.


Kabag Sumda Polres Madiun Kompol Endang
Wahyuni, menambahkan penyaluran air bersih ini merupakan rangkaian giat bakti
sosial Akpol angkatan 95 Patria Tama. “Kami membantu mudah-mudahan bisa
bermanfaat,” ujar dia.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD
Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi mengatakan bahwa kekurangan air bersih
berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Adapun
titik-titik yang berpotensi mengalami penurunan debit air bersih, seperti
Kecamatan Kare, Dagangan, Gemarang, dan Saradan.


“Selama
ini yang terjadi hanya berkurangnya debit air, kalau sampai krisis air bersih
secara massal belum ada kejadian,” ujarnya saat dihubungi neumedia.id beberapa waktu lalu. (ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB