![]() |
| Distribusi air bersih di Desa Batok,Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun oleh personel Polres Madiun. Foto:Humres Madiun |
NEUMEDIA.ID,
MADIUN – Masa puncak anomali cuaca atau kemarau dampak dari El Nino yang
diprediksi BMKG berlangsung Agustus hingga September mulai berdampak di Kabupaten
Madiun, Jawa Timur. Salah satunya di wilayah Desa Batok, Kecamatan Gemarang
yang secara topografi berada di lereng Gunung Wilis.
Di sana, debit air bersih untuk
konsumsi, mandi maupun kebutuhan yang lain sudah berkurang. Untuk
mendapatkannya membutuhkan perjuangan tersendiri, seperti harus rela mengambil
ke rumah tetangga.
Dengan kondisi itu, personel Polres
Madiun mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke desa setempat, Kamis, 3
Agustus 2023. Sebanyak 20 truk tangki yang masing-masing berkapasitas 5.000
liter air bersih diterjunkan. Langkah ini untuk membantu warga dalam memenuhi
kebutuhan air bersih.
Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo
mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Maka,
bantuan sengaja dikirim kepada warga yang tinggal di daerah yang mengalami
penurunan debit air bersih.
Tidak hanya di Desa Batok, pihaknya akan
mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. Untuk
mengetahui tingkat kebutuhan warga, para Bhabinkamtibmas telah diperintah untuk
memantau di tempat tugas masing-masing.
“Jika dirasa di daerahnya membutuhkan
air bersih untuk segera melaporkan hal tersebut,” ujar Anton.
Kabag Sumda Polres Madiun Kompol Endang
Wahyuni, menambahkan penyaluran air bersih ini merupakan rangkaian giat bakti
sosial Akpol angkatan 95 Patria Tama. “Kami membantu mudah-mudahan bisa
bermanfaat,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD
Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi mengatakan bahwa kekurangan air bersih
berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Adapun
titik-titik yang berpotensi mengalami penurunan debit air bersih, seperti
Kecamatan Kare, Dagangan, Gemarang, dan Saradan.
“Selama
ini yang terjadi hanya berkurangnya debit air, kalau sampai krisis air bersih
secara massal belum ada kejadian,” ujarnya saat dihubungi neumedia.id beberapa waktu lalu. (ofi)







