MADIUN, NEUMEDIA.ID – Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Reksogati, Caruban, Jumat (10/7/2026) malam untuk mengikuti Kabupaten Madiun Bersholawat bersama Gus Iqdam yang dirangkaikan dengan pembukaan Sepasma (Sepasar Ing Madiun) Wilayah Utara. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda puncak peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun yang memadukan syiar keagamaan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Acara dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, jajaran Forkopimda, para mantan bupati dan wakil bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para kiai, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam yang telah berkenan hadir mengisi rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Madiun. Menurutnya, kegiatan bersholawat bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan bagi daerah.
“Kami bersama Pak Wakil Bupati dan seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Madiun ingin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Mohon doa restu agar Kabupaten Madiun menjadi Kabupaten Madiun yang Bersahaja, yaitu Bersih, Sehat, dan Sejahtera,” ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan para leluhur dan pendiri Kabupaten Madiun sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka dalam membangun daerah hingga berkembang seperti saat ini.
Pada kesempatan yang sama, Hari Wuryanto secara resmi membuka Sepasma Wilayah Utara. Ia menjelaskan, Sepasma merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun yang telah berlangsung sejak 22 Juni dan akan berakhir pada 19 Juli 2026.
Pelaksanaan Sepasma dibagi ke tiga kawasan, yakni wilayah selatan, tengah, dan utara. Konsep tersebut menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM, sekaligus menghadirkan hiburan rakyat dan kegiatan keagamaan yang dapat dinikmati masyarakat di seluruh wilayah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun daerah sesuai kapasitas masing-masing.
“Untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada perjuangan bersama dari seluruh masyarakat sesuai kemampuan masing-masing,” tutur Gus Iqdam.
Ia juga menegaskan bahwa keberkahan sebuah daerah akan hadir apabila masyarakat dan para pemimpinnya senantiasa menjaga keimanan, ketakwaan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui perpaduan kegiatan keagamaan dan penguatan ekonomi rakyat tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap momentum Hari Jadi ke-458 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat semangat mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera. (ant/red/adv)






