MADIUN, NEUMEDIA.ID – Gelaran Sepasma (Sepasar Ing Madiun) Wilayah Tengah di Lapangan Desa Tiron, Kecamatan Madiun, tak hanya menghadirkan hiburan dan bazar UMKM. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) itu juga diwarnai sesi Bincang Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku usaha, dan insan kreatif.
Mengusung tema “Ekonomi Kreatif Membangun Embrio One Village One Creative Hub”, forum tersebut menghadirkan Kabid Pemasaran Wisata Disparpora Kabupaten Madiun Dian Widayanti, owner Bluder Akbar Moh Faizal Mabruri, serta pemilik U2 Java Studio, Rere Esti Rianingtias, yang selama ini aktif mewakili Kabupaten Madiun dalam berbagai event seni tingkat nasional.
Puluhan pelaku UMKM dari Kecamatan Madiun, Kare, Wungu, Sawahan, dan Wonoasri mengikuti diskusi dengan antusias. Forum berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pemasaran, branding, digitalisasi usaha, akses permodalan, hingga pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal.

Kabid Pemasaran Wisata Disparpora Kabupaten Madiun, Dian Widayanti, mengatakan konsep One Village One Creative Hub diharapkan mampu mendorong setiap desa menggali dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki.
“Kabupaten Madiun memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat beragam. Melalui forum seperti ini kami ingin mendorong setiap desa memiliki identitas dan pusat kreativitasnya sendiri. Ketika potensi lokal dikembangkan secara bersama-sama, dampaknya tidak hanya pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata daerah,” ujarnya.
Sementara itu, owner Bluder Akbar, Moh Faizal Mabruri, mengajak pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan tidak takut bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
“Produk yang baik harus dibarengi dengan kualitas yang konsisten, kemasan yang menarik, serta pemasaran yang mengikuti perkembangan zaman. Peluang UMKM Kabupaten Madiun sangat besar, asalkan terus mau belajar, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” katanya.
Di sisi lain, Rere Esti Rianingtias menilai seni dan budaya merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Seni dan budaya bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga aset ekonomi. Ketika pelaku seni, UMKM, dan pemerintah berkolaborasi, akan lahir produk-produk kreatif yang memiliki identitas khas Kabupaten Madiun dan mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ungkapnya.
Melalui Bincang Ekraf tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap lahir embrio One Village One Creative Hub, yakni setiap desa mampu menjadi pusat kreativitas berbasis potensi lokal. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. (ant/red)






