MADIUN, NEUMEDIA.ID – Siapa sangka, bola yang digunakan para bintang sepak bola dunia pada Piala Dunia 2026 ternyata berasal dari sebuah kawasan industri di Kabupaten Madiun. Tepatnya diproduksi di PT Global Way Indonesia (GWI), Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng.
Perusahaan tersebut kembali mendapat kepercayaan untuk memproduksi bola resmi Piala Dunia bertajuk Trionda, melanjutkan kiprahnya setelah sebelumnya mengerjakan Al Rihla, bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar.
Perwakilan PT GWI, Rina, memastikan seluruh proses produksi Trionda di fasilitas Madiun telah tuntas. Bola tersebut bahkan sudah mulai digunakan dalam pertandingan.
“Iya, produksinya sudah selesai karena bolanya sudah dipakai untuk pertandingan,” kata Rina saat dikonfirmasi.
Menurutnya, proyek Trionda menjadi kali kedua pabrik PT GWI di Kabupaten Madiun dipercaya menggarap bola resmi Piala Dunia. Meski demikian, pengalaman perusahaan dalam memproduksi bola untuk turnamen sepak bola terbesar di dunia telah dimulai jauh sebelum operasional pabrik berada di Madiun.
“Kalau untuk pabrik di Madiun memang baru kedua kalinya. Tapi perusahaan sudah lama memproduksi bola Piala Dunia sejak sebelum pindah ke sini,” ujarnya.
Rina menambahkan, perusahaan tidak dapat membeberkan lebih jauh mengenai proses produksi. Sebagai mitra manufaktur Adidas, seluruh informasi yang berkaitan dengan produk harus disampaikan melalui jalur komunikasi resmi sesuai kebijakan perusahaan.
Terpisah, Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat dikonfirmasi mengaku bangga bola yang digunakan untuk event sepak bola terakbar se-jagad raya dibuat di Kabupaten Madiun.
“Itu kebanggaan bagi kami. Tidak hanya bola, sepatu juga begitu. Sepatunya dari kita, kemarin kita sudah ekspor,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (1/7/2026) malam.
Trionda bukan sekadar bola pertandingan biasa. Namanya merupakan perpaduan kata “tri” dan “onda” atau tiga gelombang dalam bahasa Spanyol, sebagai simbol kebersamaan tiga negara penyelenggara Piala Dunia 2026, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Bola ini mengusung perpaduan warna merah, hijau, dan biru yang terinspirasi dari identitas ketiga negara tersebut. Dari sisi teknologi, Trionda menjadi bola Piala Dunia pertama yang menggunakan empat panel utama sehingga menghasilkan karakter terbang yang lebih stabil dan presisi.
Di bagian dalamnya juga disematkan teknologi Connected Ball berupa sensor yang mampu mengirimkan data pergerakan secara real time. Teknologi itu mendukung sistem offside semiotomatis sekaligus membantu perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.
Keterlibatan PT Global Way Indonesia dalam produksi Trionda kembali menegaskan bahwa kualitas manufaktur Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dari Kabupaten Madiun, sebuah bola yang akan menjadi pusat perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia lahir sebelum akhirnya menggelinding di stadion-stadion Piala Dunia 2026. (*/ant/red)






