MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pembukaan Sepasar Ing Madiun (Sepasma) Wilayah Tengah di Lapangan Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Rabu (1/7/2026) malam berlangsung semarak. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Madiun memadati lokasi acara hingga area sekitar lapangan dipenuhi penonton yang antusias menikmati rangkaian pembukaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto yang hadir bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah Sigit Budiarto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, serta para camat di wilayah tengah.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi sebagai simbol dimulainya rangkaian Sepasma Wilayah Tengah.

Suasana semakin meriah saat panggung hiburan menghadirkan sederet artis dangdut, dengan bintang tamu utama Cak Sodiq yang tampil bersama Orkes Melayu (OM) Safana. Penampilan penyanyi asal Pasuruan tersebut sukses menghibur ribuan masyarakat yang memadati lapangan hingga larut malam.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, penyelenggaraan Sepasma bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM.
“Insyaallah ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, bisa mengungkit perekonomian karena kondisi perekonomian secara makro seperti yang kita ketahui. Harapan kami dengan adanya Sepasma ini, insyaallah bisa mengungkit perekonomian di Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Hariwur menegaskan Sepasma juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal melalui berbagai perlombaan seni tradisional yang melibatkan pelajar.
“Oh pasti. Karena ada lomba karawitan, ada lomba kesenian. Insyaallah itu akan menggugah minat anak-anak untuk mencintai budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Madiun Muhsin Harjoko menjelaskan, Sepasma Wilayah Tengah akan berlangsung hingga 7 Juli 2026 dengan beragam kegiatan yang memadukan hiburan, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian seni budaya.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan pada 1 Juli. Kemudian pada 2 Juli digelar Dialog Interaktif Ekonomi Kreatif. Puncak hiburan kembali hadir pada 3 Juli dengan penampilan Nyi Asinta.
Selanjutnya, 4 Juli diisi Pekan Seni Pelajar melalui lomba karawitan. Pada 5 Juli digelar lomba seni pencak silat tingkat SMP, SMA, dan SMK. Sementara 6 Juli menghadirkan lomba kesenian Dongkrek pada siang hari dan parade drum band pada malam harinya. Rangkaian Sepasma akan ditutup pada 7 Juli dengan hiburan dari Neosari.
Muhsin menyebut, Sepasma Wilayah Tengah melibatkan lima kecamatan, yakni Kecamatan Madiun, Kare, Wungu, Sawahan, dan Wonoasri, yang mencakup 54 desa. Masing-masing kecamatan mendapat dua stan untuk menampilkan produk unggulan UMKM, sementara pengisi stan dari Kecamatan Madiun dipilih secara bergilir dari desa-desa setiap harinya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap budaya khas Kabupaten Madiun, khususnya kesenian Dongkrek dan karawitan.
Dengan memadukan hiburan rakyat, promosi UMKM, dialog ekonomi kreatif, hingga berbagai perlombaan seni tradisional, Sepasma Wilayah Tengah diharapkan menjadi penggerak ekonomi sekaligus ajang pelestarian budaya yang mampu menarik antusiasme masyarakat selama sepekan penuh. (ant/red/adv)






