Ziarahi Makam Para Bupati Terdahulu, Bupati Hari Wuryanto: Jangan Pernah Lupakan Jasa Leluhur

- Editorial Team

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah Sigit Budiarto, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan ziarah ke makam para bupati terdahulu, Kamis (2/7/2026).

Ziarah diawali di Makam Kuncen, Kota Madiun, dilanjutkan ke Makam Kuncen Caruban, kemudian ke Makam Taman Kota Madiun, dan ditutup di Makam Giripurno, Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun sekaligus bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian ziarah tahun ini dilakukan secara bersama-sama dalam satu rombongan. Menurut Bupati Hari Wuryanto, perubahan tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dulu dibagi menjadi dua rombongan, sekarang semuanya menjadi satu sehingga seluruh peserta hadir di semua lokasi. Dengan begitu rangkaian acaranya bisa berjalan lebih lancar,” ujarnya.

Hari Wuryanto menegaskan, ziarah makam bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk mengingat jasa para pendahulu yang telah merintis berdirinya Kabupaten Madiun hingga berkembang seperti saat ini.

“Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para leluhur. Kami diberi amanah memimpin Kabupaten Madiun, sementara merekalah yang mengawalinya. Agar estafet pelayanan kepada masyarakat tidak terputus, kita harus tetap menghormati jasa-jasa mereka,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh pemimpin saat ini tidak boleh melupakan sejarah. Menurutnya, Kabupaten Madiun tidak hadir begitu saja, melainkan dibangun melalui perjuangan panjang para pendahulu.

“Kita tidak boleh merasa paling hebat atau sombong. Segala sesuatu pasti ada yang memulai. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan amanah mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Hari juga menilai keteladanan para bupati terdahulu tetap relevan hingga sekarang. Meski metode pemerintahan terus berkembang mengikuti zaman dan digitalisasi, nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan pengabdian kepada masyarakat harus terus dipertahankan.

“Seorang pemimpin harus menjadi punggawa masyarakat, yaitu melayani masyarakat, bukan justru dilayani. Hal-hal baik dari para pemimpin terdahulu harus kita lanjutkan, tentu dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hari Wuryanto juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Madiun saat ini masih berada di kisaran 10,04 persen.

“Yang utama adalah kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan. Saya mohon doa dan dukungan agar amanah ini bisa dijalankan dengan baik. Mudah-mudahan melalui kebersamaan pemerintah dan masyarakat, kesejahteraan meningkat dan angka kemiskinan dapat terus ditekan,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Hari mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghormati jasa para leluhur sebagai bagian dari menjaga jati diri daerah.

“Hormatilah para leluhur. Kita ada hari ini karena jasa para pendahulu. Tidak mungkin ada cucu tanpa ada kakek dan nenek. Karena itu, jangan pernah melupakan sejarah dan jasa mereka,” pungkasnya. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Seru! Forkopimcam Jiwan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
Sepasma Jadi Ruang Curhat UMKM, Bincang Ekraf Dorong Lahirnya One Village One Creative Hub
Opening Sepasma Wilayah Tengah Meriah, Bupati Madiun Dorong UMKM Bangkit dan Budaya Lokal Tetap Lestari
Wow! Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Kabupaten Madiun 
Jawab Sorotan 7 Fraksi DPRD, Bupati Madiun Tegaskan SILPA Rp210,9 Miliar Berasal dari Surplus Pendapatan dan Efisiensi Belanja
Hadir Lindungi Hak Anak, Kejari Kabupaten Madiun Daftarkan Penetapan Perwalian Dua Anak 
SiLPA Rp210,9 Miliar Jadi Sorotan, 7 Fraksi DPRD Minta Pemkab Madiun Beri Penjelasan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:33 WIB

Seru! Forkopimcam Jiwan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:24 WIB

Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:32 WIB

Sepasma Jadi Ruang Curhat UMKM, Bincang Ekraf Dorong Lahirnya One Village One Creative Hub

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

Ziarahi Makam Para Bupati Terdahulu, Bupati Hari Wuryanto: Jangan Pernah Lupakan Jasa Leluhur

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:16 WIB

Wow! Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Kabupaten Madiun 

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:09 WIB

Jawab Sorotan 7 Fraksi DPRD, Bupati Madiun Tegaskan SILPA Rp210,9 Miliar Berasal dari Surplus Pendapatan dan Efisiensi Belanja

Senin, 29 Juni 2026 - 17:34 WIB

Hadir Lindungi Hak Anak, Kejari Kabupaten Madiun Daftarkan Penetapan Perwalian Dua Anak 

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:01 WIB

SiLPA Rp210,9 Miliar Jadi Sorotan, 7 Fraksi DPRD Minta Pemkab Madiun Beri Penjelasan

Berita Terbaru