MADIUN, NEUMEDIA.ID – Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang membantah isu kontroversial tentang akan kembali ditariknya Becak Listrik Prabowo Subianto usai peluncuran atau launching di Kota Madiun yang viral di media sosial.
Nanik membantah hebohnya kabar tersebut. Dia juga menepis tudingan tentang penyaluran moda transportasi listrik itu hanya sebagai ajang pamer atau show belaka.
“Ada cerita di (aplikasi sosial media) TikTok ramai, nih. Seolah becak listrik ini tidak kami berikan, hanya main-main, hanya show, hanya bohong-bohong, itu semua hoaks,” tegas Nanik S. Deyang di Madiun, Kamis (1/2/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menegaskan, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memiliki niat tulus membantu meringankan beban masyarakat kecil. Prabowo dan timnya berkomitmen merilis kendaraan menggunakan energi hijau sebagai wujud nyata dari niat baik tersebut.
“Becak listrik ini diberikan oleh komunitas becak listrik Prabowo ini betul-betul ada dan riil,” ungkap Nanik.
Kontroversi muncul ketika seorang tukang becak di TikTok memberikan keterangan bahwa Becak Listrik Indonesia akan ditarik kembali.
Nanik menjelaskan bahwa tukang becak yang memberi keterangan dalam video tersebut merupakan korban. Sebab, menurutnya, ada pihak yang mengarahkan untuk memberikan keterangan tanpa menyadari bahwa ucapannya direkam dan disebarluaskan.
“Jadi, yang di TikTok itu salah. Ini bintang Tik Tok-nya ada sama saya. Ini (Katiman) disuruh orang untuk ngomong seperti itu,” jelas Nanik didampingi Katiman.
“Becak listrik itu, memang waktu launching di Lapangan Gulun, kita untuk tunjukkan dan baru kita berikan ke beberapa orang yang sudah diajari, sekitar delapan orang,” papar Nanik.
“Sudah diajari dan sudah paham menggunakan becak listrik, itu perwakilan dari 7 kabupaten,” tambahnya.
Nanik dengan jelas merinci bahwa pada tahap pertama pemberian becak listrik akan difokuskan pada warga dengan usia di atas 65 tahun.
“Dalam syaratnya, kita memprioritaskan lansia yang berusia 65 tahun ke atas terlebih dahulu. Pak Katiman, sebagai contoh, masih berusia 63 tahun, sehingga belum masuk dalam daftar kloter pertama,” ungkap Nanik.
“Nantinya, Pak Katiman akan masuk dalam daftar kloter kedua, setelah kloter pertama ini selesai dikerjakan,” tambahnya.
Nanik juga menjelaskan bahwa jika ada becak listrik yang ditarik, itu bukan berarti pembagian dibatalkan. Becak tersebut sedang dalam proses perbaikan dan persiapan administrasi agar bisa dibagikan secara serentak sesuai jadwal, yakni mulai 1 Februari 2024.
“Tidak benar jika becak listrik ditarik kembali. Yang sebenarnya, becak tersebut ditarik untuk diperbaiki dan akan diberikan kembali pada tanggal 1 Februari dengan administrasi yang lengkap, sehingga ketika digunakan di jalan, tidak akan ada masalah apa pun,” tegas Naniek.
Diberitakan sebelumnya, ratusan tukang becak dari Karesidenan Madiun, Tulungagung, dan Blitar secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Deklarasi dukungan ini berlangsung saat launching atau peluncuran becak listrik di Lapangan Gulun, Kota Madiun, pada Senin (29/1/2024).
Acara ini turut dihadiri oleh sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Nusron Wahid dan Presiden Becak Listrik Indonesia, Naniek S. Deyang. (ant/ofi)