Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Madiun dan Instansi Gabungan Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025

- Editorial Team

Selasa, 18 Februari 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Keselamatan Semeru 2025 di terminal bus Caruban, Selasa (18/2/2025).

Operasi Keselamatan Semeru 2025 di terminal bus Caruban, Selasa (18/2/2025).

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Dalam upaya menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas, Polres Madiun bersama Dinas Perhubungan, Polisi Militer (POM), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, dan Jasa Raharja menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 di Terminal Bus Caruban, Selasa (18/2/2025). Operasi ini juga menjadi persiapan menjelang Operasi Ketupat pada bulan Ramadan mendatang.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Andrian Permana, menekankan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya menjadi perhatian utama. “Kami berharap melalui sosialisasi dan penindakan yang masif, kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas meningkat, sehingga angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

Dijelaskan AKP Andrian, operasi menargetkan sejumlah pelanggaran, seperti: kelayakan kendaraan angkutan umum, termasuk uji kelayakan dan tes urine sopir bus, penggunaan kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi, seperti knalpot brong, dan pelanggaran keselamatan, seperti tidak menggunakan helm atau tidak membawa surat kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Operasi ini bukan sekadar razia, tetapi langkah preventif untuk keselamatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan instruksi pimpinan dan digelar serentak di seluruh Indonesia,” tambah AKP Andrian.

Setiap harinya, petugas menindak sekitar 40 hingga 50 kendaraan, dengan penindakan khusus terhadap penggunaan knalpot brong untuk memberikan efek jera.

Selain penindakan, operasi ini juga mengedepankan sosialisasi dan edukasi, termasuk pembagian helm, cokelat, dan bingkisan kepada anak-anak yang tertib berlalu lintas.

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Madiun, Rudi Elfis, mengungkapkan bahwa Kabupaten Madiun merupakan daerah dengan tingkat kecelakaan tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Ngawi. Sepanjang tahun 2024, klaim asuransi kecelakaan di wilayah ini mencapai Rp75 miliar, mencakup korban meninggal dunia dan luka-luka.

Selain menekan angka kecelakaan, operasi ini juga bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor. Sejak 5 Januari 2024, pembagian pajak kendaraan mengalami perubahan, di mana 66% pendapatan pajak dialokasikan untuk kabupaten/kota, sementara provinsi menerima 34%. Kebijakan ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam penertiban pajak kendaraan.

“Dengan operasi ini, kami berharap dapat mengurangi angka kecelakaan sekaligus meningkatkan PAD. Apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat,” ujar Rudi Elfis.

Selain razia di jalan, Polres Madiun dan Jasa Raharja juga menggelar sosialisasi keselamatan berkendara di sekolah dan instansi pemerintahan. Pasalnya, korban kecelakaan di Kabupaten Madiun didominasi remaja usia 13 hingga 19 tahun.

Jasa Raharja sendiri bertanggung jawab atas santunan korban kecelakaan melalui dua undang-undang, yaitu UU Nomor 33 (asuransi bagi penumpang angkutan umum) dan UU Nomor 34 (asuransi kecelakaan di darat, laut, udara, dan kereta api). Wilayah kerja mereka mencakup Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 31 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Madiun Raya
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Kejari Kabupaten Madiun Kawal Penetapan Wali Dua Anak di Bawah Umur, Pastikan Hak Hukum Anak Terlindungi
Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa
Diduga Tersangkut Truk Tebu ODOL, Kabel Listrik Putus Picu Pengendara Motor Tewas
Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun
Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPRD Madiun Soroti Jalan Rusak, Dorong APBD 2027 Prioritaskan Infrastruktur

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Damkar Kabupaten Madiun dan Yon TP 532 Unjuk Kesigapan Tangani Situasi Darurat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Madiun Raya Capai 31.267 Ton, Pupuk Indonesia Dorong Pemakaian Petroganik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Hari Kesakitan Pancasila, Bupati Madiun Tegaskan Madiun adalah Korban Kebiadaban PKI, Bukan Pelaku 

Minggu, 27 September 2026 - 14:28 WIB

Satlantas Polres Madiun Sabet Juara 1 Nasional Pelaporan Data Kecelakaan Lalu Lintas

Jumat, 25 September 2026 - 12:52 WIB

BTPN Syariah Buka Peluang Karier di Madiun, Sasar Generasi Muda Jadi Bankir Pemberdaya

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Berita Terbaru