Tercemar Limbah Pabrik Gula, Air di Sungai Ngrowo Tulungagung Berkualitas Buruk

- Editorial Team

Senin, 12 Juni 2023 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aktivis lingkungan mengambil sampel air dari Sungai Ngrowo,
Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur untuk diteliti kelayakannya, Minggu, 11 Juni 2023. Foto/Ecoton.
 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, TULUNGAGUNG – Kalangan aktivis lingkungan menyatakan
bahwa air di Sungai Ngrowo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur berkualitas
buruk. Salah satu indikatornya karena rendahnya kadar oksigen di dalam air lantaran
kurang dari 4 mg/L.

Batas minimal kadar oksigen dalam
air itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sementara, kadar DO (Dissolved Oxygen) di aliran Sungai Ngowo yang masuk Desa Plandaan hanya 2,4 mg/L. Kemudian, di Desa Tawangsari 2,2 mg/L, di Jembatan
Plengkung Mangunsari 2,2 mg/L, dan di dekat
outlet
pembuangan limbah cair pabrik gula Mojopanggung 0.4 mg/L.

Azis, Deputi Eksternal dan
Kemitraan Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menduga
rendahnya kadar oksigen dalam air di Sungai Ngrowo merupakan dampak dari
operasional Pabrik Gula Mojopanggung.

“Kami mengidentifikasi kadar
oksigen terlarut dalam air sangat rendah dengan nilai 0,4 mg/L,” ujar dia dalam
keterangan tertulisnya, Senin, 12 Juni 2023.

Selain itu, kondisi air hangat
dengan suhu mencapai 38 derajat Celcius. Dampaknya, tidak ditemukan ikan maupun
biota lain yang dapat hidup di aliran Sungai Ngrowo. “Hal ini juga akan
berdampak pada kepunahan ikan di tempat tersebut,” ucap Azis.

Tidak hanya itu, uji mikroplastik
juga dilakukan di Sungai Ngrowo. Adapun hasilnya diketahui sebanyak 111
partikel/50 liter air yang didominasi oleh mikroplastik fiber sebanyak 56 persen.
Kemudian, filamen 23 persen, dan fragmen 22 persen.

Mikroplastik fiber berasal dari
serpihan tekstil dapat berasal dari
limbah hasil cucian baju. Sedangkan mikroplastik filamen berasal dari plastik
tipis seperti kresek dan bungkus
makanan. Untuk mikroplastik fragmen berasal dari plastik tebal seperti sachet.

Aktivis lingkungan juga melakukan
inventarisasi timbulan sampah di bantaran sungai. Dari kegiatan itu ditemukan
83 timbulan sampah liar. Yang kemudian dievakuasi  sampah sebanyak 1 dump truk, 3 tossa dan 1 pikap.

Hasil kegiatan brand audit, tim
relawan susur sungai berhasil mengidentifikasi sejumlah 384 pcs sampah plastic.
Kemasan itu didominasi plastik tidak bermerek seperti tas kresek, sedotan, styrofoam
dengan presentase 49 persen. 

Kemudian didapati tiga produsen
penyumbang sampah plastik terbesar yaitu Danone persen, Wings persen dan Tirta
Sukses Perkasa 4 persen.

Temuan itu berdasarkan hasil
identifikasi susur sungai yang dilakukan para aktivis lingkungan. Mereka
terdiri dari Aliansi Lereng Wilis Indonesia (ALWI), Yayasan Kajian Ekologi dan
Konservasi Lahan Basah (Ecoton), Aliansi Komunitas Sungai Brantas.

Kegiatan yang juga menggandeng
petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung itu berlangsung Minggu kemarin,
11 Juni 2023. (*/uma/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:02 WIB

DPRD Kota Madiun Dorong Tiga Raperda Inisiatif: Lindungi Tenaga Pendidik, Atur Banpol, Perkuat Trantibum

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:35 WIB

MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:41 WIB

Warga Nambangan Lor Pertanyakan Perizinan Gedung 8 Lantai RSI, DPRD Siap Panggil Manajemen

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:11 WIB

Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur

Senin, 16 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Jadi Berkah, Pedagang Bunga di Pasar Sleko Kebanjiran Order

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Plt Wali Kota Madiun Enggan Berkomentar Soal Kelanjutan Alih Fungsi TPA Winongo

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:11 WIB

Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB

Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun

Berita Terbaru