NEUMEDIA.ID, MADIUN – Dugaan tindak kekerasan antarremaja terjadi
di SMP Negeri 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Seorang siswa baru
atau kelas 7 sekolah itu dikabarkan menjadi korban pengeroyokan oleh seniornya,
Senin, 24 Juli 2023.
Informasi ihwal dugaan
pengeroyokan antarpelajar itu telah menyebar melalui pesan berantai di grup
WhatsApp. Jurnalis Neumedia.id yang
juga menerima kabar itu berusaha mengonfirmasikannya kepada pihak sekolah
setempat, Selasa, 25 Juni 2023.
Kepala SMP Negeri 1
Pilangkenceng, Sumarjono membenarkan terjadinya dugaan tindak kekerasan
antaranak di lembaga pendidikan yang dipimpin. Ia lantas menceritakan
kronologis kejadian yang berlangsung di depan kelas dan depan ruang usaha kesehatan
sekolah (UKS).
Sekitar pukul 11.00 WIB, Senin
kemarin seluruh siswa mengikuti kegiatan
kerja bakti yang merupakan bagian dari masa pengenalan lingkungan sekolah
(MPLS). “Korban bermain lempar-lemparan tali pandu PMR (Palang Merah Remaja)
bersama teman-temannya. Tali itu mengenai salah satu siswa yang baru disunat,”
Sumarjono menjelaskan.
Kejadian itu diketahui oleh
sejumlah siswa lain di sekitar lokasi kejadian. Mereka memberitahukan kejadian
tersebut kepada kakak siswa yang terkena lemparan tali (siswa kelas 9). Lantas,
sang kakak bersama sejumlah temannya mendatangi korban dengan penuh emosi.
Hingga akhirnya dugaan
pengeroyokan terjadi. “Itu sebenarnya sudah gak ada masalah, setelah kena lemparan tali PMR, para siswa
tersebut sudah baik-baik saja dan kembali bermain seperti biasa,”
jelasnya.
Sumarjono menambahkan bahwa
peristiwa tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan yang saat ini dalam
proses mediasi. “Tadi malam sudah dilakukan pertemuan, besok akan dilanjutkan
lagi,” ujarnya. (ant/ofi)







